kisah sukses karena tahajud

Kisah sukses karena tahajud merupakan rahasia di balik kesabaran. Sabar untuk berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggapai harapan. Sabar untuk terus memohon pertolongan kepada Tuhan.

Setiap manusia pasti memiliki keinginan, hajat, atau cita-cita. Karena itulah manusia akan berusaha keras mencapai apa yang diimpikannya. Berjuang dengan berusaha menggunakan akal pikiran dan fisiknya.

Yang mau meraih prestasi pasti belajar setengah mati. Yang mau kaya raya, pasti bersusah payah bekerja. Tentu usaha tersebut tak akan sia-sia.

Tapi manusia tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan pribadinya saja demi mencapai sesuatu. Bagaimana pun hebatnya, manusia tetaplah makhluk yang kecil dan lemah. Tidak bisa berusaha sendiri, butuh bantuan dan pertolongan kepada yang jauh lebih kuat dan mampu darinya.

Kisah Sukses Karena Tahajud, Sangat Butuh Pertolongan Tuhan

Siapa lagi yang paling kuat dan mampu kalau bukan Allah, Tuhan alam semesta. Menciptakan semua yang ada di langit dan bumi saja mudah bagiNya, apalagi mengabulkan keinginan-keinginan hambaNya.

Allah sangat suka diminta oleh hamba. Karena Dia Maha Kaya. Karena itu hendaknya siapapun hendaknya mintalah sungguh-sungguh kepada-Nya. Kisah sukses karena tahajud merupakan ciri orang yang tekun beribadah dan berdoa kepada Allah.

Allah justru membenci siapapun yang tak mau meminta pada-Nya. Karena termasuk sombong, tak membutuhkan Allah.

Pak Sholeh sadar bahwa tahajud itu waktu berduaan dengan Allah. Ia membuang rasa sombong dan rasa percaya kepada selain Allah untuk menyembuhkan penyakitnya.

Salah satu ibadah sunah paling istimewa sebagai sarana mendekatkan diri kepada Rabbul Alamin adalah dengan melaksanakan salat tahajud. Salat tahajud menjadi amalan andalan bagi orang-orang yang terbukti sukses dalam kehidupan nya.

Sukses Karir, Bisnis, Dakwah Juga Sekolah

Biasa itu sukses dalam karir, bisnis, dakwah, sampai studi. Kesuksesan paling tinggi dari ibadah ini yaitu mendapatkan surgaNya Allah dan bertemu denganNya dengan wajah bersinar gembira. Masya Allah. Kisah sukses karena tahajud sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan berharap pertolongannya.

Ibadah salat tahajud adalah kebutuhan mutlak manusia yang mengaku beriman. Salat sunah ini bukti kasih sayang dan cinta dari Allah pada manusia. Allah sendiri yang menganjurkan kita untuk melaksanakan salat tahajud dalam firman-Nya:

“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra [17] : 79)

Siapapun yang melakukanya dengan tata cara yang baik dan benar Insya Allah akan semakin dekat padaNya, mendapat ketenangan jiwa, semakin bahagia, dan doa mudah terkabul. Kisah sukses karena tahajud telah dibuktikan oleh orang-orang sholeh.

Miris, Tak Ada Yang Mau Dekat Karena Jijik

Prof. Dr. Moh. Sholeh. Penulis buku Terapi Solat Tahajud menderita penyakit gatal di sekujur kulitnya. Kulitnya berwarna putih dan kemerah-merahan. Miris.

Sudah berbagai macam dokter beliau kunjungi, konsumsi obat-obatan juga dijalani demi mencapai kesembuhan. Bahkan diagnosis dokter mengatakan penyakit yang dideritanya berbeda-beda. Ada yang bilang kalau itu eksim, kanker kulit, albino, dan masih banyak lagi lainnya.

Pak Sholeh merasa sedih, takut, kalau penyakitnya ini tak cuma merugikan diri sendiri tapi juga mengganggu kenyamanan orang-orang di sekitarnya.

Bahkan saat pernikahan adik kandungnya, ia tidak diperbolehkan hadir karena dikhawatirkan mengganggu kenyamanan para undangan. Khawatir orang jijik.

Inilah Resep Kesembuhan Pak Sholeh

Akhirnya tak ada jalan lain selain mengadu kepada Sang Maha Pencipta. Pak Sholeh rajin salat tahajud selama tiga tahun secara rutin.

Alhamdulillah Allah mengabulkan doanya. Perlahan-lahan kulit beliau bisa sembuh atas izin Allah. Kesembuhan dari Allah pun tiba. Kisah sukses karena tahajud ini wujud kesadaran betapa lemahnya diri kita ini.

Pak Sholeh sadar bahwa tahajud itu waktu berduaan dengan Allah. Ia membuang rasa sombong dan rasa percaya kepada selain Allah untuk menyembuhkan penyakitnya.

Ia menyingkirkan keyakinan bahwa dokter itu yang menyembuhkan. Dokter hanyalah perantara. Hanya wujud dari berusaha sungguh-sungguh. Sedangkan Allah-lah Sang Penyembuh penyakit apapun dengan izinNya.

Jika Anda Memperjuangkan Sesuatu, Ini Kiat Suksesnya

Rafi’ bin Ubaidillah bercerita bahwa Hisyam bin Yahya al-Khanani berkisah padanya. Hisyam ikut serta dalam perang melawan Romawi pada 38 H. Atas izin Allah, wilayah al-Thuwanah dibebaskan oleh kaum Muslimin dari penjajahan Romawi.

Hisyam bersama dengan pasukan Basrah dan Aljazirah dalam satu tempat untuk bergantian melakukan penjagaan, pelayanan, dan menyiapkan bekal. Bersamanya ada seseorang bernama Sa’id bin al-Harits. Said rajin ibadah siang dan malam.

Di siang hari dia berpuasa, di malam hari senantiasa melakukan qiyamul lail yakni salat tahajud dan membaca Al-quran. Di saat sedang berjaga dan tidak bisa menunaikan salat malam, ia berzikir dan membaca Al-quran juga.

Rahasia Agar Tetap Fit Dalam Berjuang

Hebatnya, Sa’id ini tidak terlihat lemas pada waktu siang meski puasa. Allah seperti memberikan kekuatan fisik luar biasa padanya.

Sampai waktu berjaga di malam hari, Hisyam menawarkan diri bergantian dengan Sa’id agar dia bisa istirahat. Karena tubuhnya juga punya hak untuk istirahat. Satu malam tahajud, esok malamnya istirahat.

Saat tertidur di tenda, Sa’id bersuara dan bergerak-gerak sambil tersenyum. Hisyam bertanya saat kawannya itu bangun. Sa’id mengatakan bahwa ia bermimpi bertemu bidadari di surga yang akan jadi istrinya kelak.

Rajin Tahajud, Anda Akan Jadi Motivator Rekan

Allah mengampuni dosanya, membalas perbuatan baiknya, dan berterima kasih kepada Sa’id, Masya Allah.  Tiga hari lagi dia akan berbuka puasa di surga yang dijanjikan Allah. Hisyam diminta untuk tidak bercerita pada siapapun selama Sa’id masih hidup.

Tiga hari kemudian, Sa’id gugur sebagai syahid. Wajahnya tersenyum saat Hisyam melihatnya. Kemudian Hisyam berteriak pada kawan-kawan di medan perang bahwa janji Allah kepada hamba-hamba yang senantiasa giat beramal saleh dan menegakkan kebenaran agama Islam akan dibalas oleh-Nya berupa kenikmatan tak terhingga seperti Sa’id ini.

Kisah tersebut langsung menjadi kobaran api semangat para tentara Allah demi memperjuangkan kemenangan. Kisah sukses karena tahajud ini juga menjadi bekal para prajurit fi sabilillah.

Kisah Heroik Bebasnya Kota Istanbul Dari Cengkeraman Romawi

Muhammad Al-Fatih, pemuda yang saat itu berusia 21 tahun pada 1453 M menaklukkan imperium Byzantium. Konstantinopel berhasil dibebaskan.

Pemuda inspiratif yang layak jadi panutan dari segi akhlak, kepemimpinan, dan amal saleh yang di kerjakannya. Konstantinopel adalah kota paling megah di dunia.

Setelah dikuasai oleh Al-Fatih berubah nama menjadi Istanbul yang semakin jaya dengan menebarnya kasih sayang Islam. Istanbul jadi pusatnya peradaban Islam di bumi Eropa.

Muhammad Al-Fatih dikenal sebagai sosok yang gagah, semangat berjuang, dan sangat berjasa bagi kemajuan peradaban Islam. Rahasia kesuksesan yang beliau peroleh salah satunya adalah amalan salat tahajud. Ia tak pernah absen semalam pun untuk bercakap-cakap pada Rabbnya di malam hari yang sunyi dan sepi.

Salat tahajudlah yang menguatkan jiwa dan raga Muhammad sehingga berbagai rintangan menjadi lebih ringan dan mudah karena pertolongan Allah.

Inilah Imam Sholat Jumat Pertama Di Hagia Sophia, Turki

Saat kaum muslimin pertama kali akan melaksanakan solat Jumat di kota Konstantinopel, timbul pertanyaan tentang siapa yang layak jadi imam salat. Tidak ada yang berani mengajukan diri. Al-Fatih kemudian berdiri dan meminta seluruh rakyatnya ikut bangun berdiri juga.

Kemudian ia bertanya, “Siapakah di antara kalian yang sejak akil balig hingga hari ini pernah meninggalkan salat wajib lima waktu, silakan duduk!” Mendengar hal itu tak ada yang duduk di antara pasukan. Semuanya adalah prajurit yang menegakkan salat lima waktu mulai dari remaja.

Kemudian Al-Fatih bertanya kembali, “Siapa yang pernah meninggalkan salat sunah rawatib walau sekali saja sejak akil balig silakan duduk!” Sebagian pasukan segera duduk.

Al-Fatih mengedarkan pandangan lagi ke seluruh pasukan dan bertanya yang terakhir, “Siapa yang pernah meninggalkan salat tahajud meski semalam pun sejak akil balig silakan duduk!” Mendengar itu orang-orang saling berhadapan dan merasa bersalah dan menyesal absen salat tahajud.

Semuanya duduk kecuali Muhammad Al-Fatih. Ia memang pantas menjadi imam salat Jum’at pertama kali di masjid Hagia Sophia, bangunan megah yang dulunya adalah gereja kebanggaan bangsa Romawi dahulu.

Kisah Sukses Karena Tahajud, Siapa Yang Ingin Dipuji Tuhan?

Kini Hagia Sophia menjadi masjid kebanggaan umat muslim di seluruh dunia.

Itulah beberapa kisah tentang dahsyatnya salat tahajud hingga mengangkat derajat orang-orang yang melakukannya. Allah mengangkat ke tempat yang terpuji.

Kisah sukses karena tahajud ini menjadi bekal motivasi para pejuang. Baca juga kisah sukses karena memuliakan orang tua.

Orang yang rajin tahud itu terpuji di mata makhluk bumi dan langit. Semoga kisah-kisah di atas menjadi penyemangat kita untuk rajin salat tahajud agar dicintai Tuhan semesta alam.

Sumber:

Wira Yunila, Kisah Keajaiban Pengamal Tahajud, Dhuha, dan Puasa, Penerbit Buku Pintar, Yogyakarta, 2013.

Foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *