Kisah sukses karena berbakti pada guru

Kisah sukses karena berbakti pada guru menjadi pendorong bagi kita semua. Apakah kita sebagai murid maupun sebagai wali murid. Siapapun yang memberi kita pelajaran, pengalaman, atau pengetahuan adalah guru.

Guru merupakan sosok yang memberi manfaat besar bagi kehidupan. Tanpanya kita jadi bodoh, tak tahu apa-apa, dan tersesat. Yang termasuk guru itu bisa guru di sekolah, ustadz ustadzah, guru kehidupan, ulama, sahabat, mentor, dan orang tua. Bahkan kalaupun dia lebih muda tetapi memberi kita ilmu, pantas juga disebut sebagai guru.

Allah menganjurkan kita untuk memuliakan para ulama dan guru. Dengan menghormati mereka, bersikap sopan santun, lemah lembut, dan tidak membantah juga tidak sok lebih tahu ketika guru tersebut sedang mengajari kita. Itu adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah dan upaya mencapai keberkahan menuntut ilmu.

Kisah Sukses Karena Berbakti Pada Guru, Wejangan Di Kala Stres

Sudah terbukti orang-orang yang patuh pada gurunya menjadi pribadi yang sukses dan bersahaja. Kisah sukses karena berbakti pada guru di tulisan ini tentang kisah mereka yang bisa jadi contoh untuk kita. Agar kita memuliakan guru dan mendapatkan balasan kenikmatan yang berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dengan sabar, guru itu menyapa Mario, tanya kabarnya, dan berusaha mengakrabkan diri dengan pendekatan personal. Membuat Mario terenyuh karena di keluarga tak ada yang memperhatikan dirinya sampai begini.

Seorang murid terlihat lesu dan bimbang wajahnya. Gurunya yang merupakan guru sufi menghampiri sang murid bermaksud menghibur.

“Kenapa wajahmu selalu tertekuk akhir-akhir ini, Nak? Bukankah banyak hal indah di dunia ini? Kemana rasa syukurmu itu?” Sang guru bertanya sambil tersenyum teduh.

“Saya banyak masalah, Guru. Dan masalah itu selalu datang silih berganti tak pernah berhenti dalam hidup saya,” jawab sang murid. Mendengar hal itu sang guru terkekeh.

“Coba kau ambilkan segelas air dan dua genggam garam dan bawa ke sini. Akan kuperbaiki suasana hatimu itu.”

Sang murid segera melaksanakan perintah gurunya. Mengambil segelas air dan dua genggam garam seperti yang diminta sang guru.

“Nah, sekarang coba taburkan segenggam garam pada segelas air itu.”

Sang murid menuruti perintah gurunya. Mencampurkan garam segenggam di dalam segelas air.

“Coba minum air itu, Nak.” Si murid tampak kebingungan. Alisnya berkerut tanda keheranan. Tapi dia lakukan saja perintah gurunya. Jelas, asin sekali air itu sampai ia meringis keasinan.

“Bagaimana rasanya?” tanya sang guru.

“Asin sekali sampai saya merasa mual, Guru.”

Sang guru terkekeh melihat ekspresi muridnya yang lucu menahan rasa asin yang teramat sangat.

“Baiklah, sekarang ikutlah aku dan bawa segenggam garam yang satu lagi yang masih belum tercampur air.”

Sumpek atau Galau? Renungkan Perumpamaan Inspiratif Ini

Sang murid mengikuti langkah gurunya yang membawa dirinya ke danau besar dan luas yang jernih dan segar airnya. Sebenarnya rasa asin masih terasa di lidahnya sampai ingin rasanya ia meludah agar asin itu hilang. Tapi ia tahan karena tak sopan meludah di hadapan gurunya ini.

“Nak, taburkan garam segenggam itu di danau ini.”

“Baik, guru.” Dengan patuh si murid menaburkan garam segenggam di atas genangan air danau yang amat melimpah itu.

“Coba minum air di danau itu dan rasakan apakah terasa asin?”

Sang murid mengambil air dengan menampung di kedua telapak tangan, kemudian meneguknya. Rasa asin itu tidak ada. Malah airnya terasa menyegarkan tenggorokannya yang mual tadi. Dia berkali-kali meminum air segar itu hingga menghilangkan rasa dahaga dan menormalkan lidah dari rasa asin berlebihan.

“Bagaimana rasanya, Nak? Apa masih asin?”

“Tidak guru. Airnya segar. Saya jadi banyak meminumnya.”

Banyak Masalah? Ini Resepnya Agar Tidak Depresi

Sang guru tersenyum.

“Nak, masalah dalam hidup ibarat segenggam garam yang tadi kau pegang sebelum dituang ke segelas air dan danau ini. Allah sudah memberikan kadar masalah pada masing-masing manusia dan kadar kekuatan manusia menyelesaikan masalah tersebut. Tidak kurang tidak lebih. Bahkan nabi pun tak lepas dari penderitaan dan masalah.”

Sang murid diam mendengarkan nasihat dari gurunya.

“Penderitaan dari masalah itu tergantung hati yang menampungnya. Jika hatimu hanya sebesar gelas maka akan terasa besar dan berat sekali penderitaan itu, sama dengan rasa asin yang berlebihan tadi.”

“Sedangkan jika hatimu luas seluas danau ini maka penderitaan itu tak ada apa-apanya. Malah tak terasa sama sekali. Persis seperti segenggam garam yang kau taburkan di danau ini. Tak terasa asin lagi.”

Sang murid bersyukur mendapatkan nasihat dari gurunya. Nasihat itu bagaikan penyembuh luka hatinya, penyegar dahaga jiwanya yang haus akan ilmu dari orang bijak seperti sang guru.

Masalah hidupnya kini tak terlalu ditanggapi dengan rasa penat. Ia buat ringan dan dijalani saja dengan hati yang menerima dan ikhlas akan ketentuan dari-Nya Yang Maha Kuasa. Kisah sukses karena berbakti pada guru ini bisa menjadi pelajaran bagi kita.

Anda Guru? Ini Tips-nya Agar Dikenang Sepanjang Hidup Murid

“Education is not preparation for life, education is life itself.”

-John Dewey-

Guru sejati yang tidak hanya mengajar tapi juga mendidik murid saat ini makin terancam punah. Guru yang tidak hanya mentransfer ilmu yang dimilikinya, tetapi yang bisa: membangkitkan semangat belajar murid-murid, kreatif memecahkan masalah, senang membantu yang kesusahan, dan memilki keyakinan mampu mengarungi masa depan yang tak lepas dari tantangan.

Adalah Miss Eka, salah satu guru inspiratif itu. Saat berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan tiba-tiba ada seorang laki-laki muda menyapa guru wanita yang umurnya telah separuh baya tersebut.

“Miss… Anda Miss Eka bukan?”

“Ya? Saya? Iya kamu siapa ya?”

“Saya Mario, murid Miss Eka 10 tahun lalu. Murid yang selalu duduk di pojok kelas dan tidur saat pelajaran bahasa Inggris dulu, Miss.” Ucap anak muda itu sedikit malu dengan kalimat terakhirnya. Setelah berpikir sejenak dengan kerut-merut di dahi wanita paruh baya itu akhirnya dia ingat juga.

“Oh, Mario ya? Wow! Gimana kabarnya, Nak?” Melihat penampilan muridnya kini yang berpakaian santai tapi ada aura karisma yang memancar di wajahnya membuat sang guru langsung girang senang.

“Baik-baik Miss. Terima kasih atas perlakuan yang Miss berikan kepada saya dulu ya. Saya jadi sukses sekarang ini berkat Ibu.”

“Oh, saya pernah berikan apa saja ke kamu?”

Punya Murid yang Cuek atau Bandel? Nih Kiat Mengatasinya

Sang murid menceritakan kisahnya dahulu. Dia adalah murid yang cuek dengan diri sendiri dan cuek dengan sekolahnya, masa depannya. Seperti tak punya harapan hidup lagi. Mukanya selalu terlihat suram. Sudah sering keluar masuk ruang BK. Saking banyaknya masalah.

Kemudian ada guru Bahasa Inggris baru. Miss Eka menanyakan murid yang tidak masuk (Mario) dan menitipkan salam padanya melalui teman. Mario yang mendapat salam jadi heran. Belum pernah ada guru yang perhatian begini padanya. Ia pun tertarik dan mencoba ikut kelas Miss Eka.

Di dalam kelas, Miss Eka berusaha mendekati Mario yang cuek-bebek dengan sekitarnya. Yang tidak memperhatikan pelajaran.

Dengan sabar, guru itu menyapa Mario, tanya kabarnya, dan berusaha mengakrabkan diri dengan pendekatan personal. Membuat Mario terenyuh karena di keluarga tak ada yang memperhatikan dirinya sampai begini.

Kemudian, cara mengajar Miss Eka patut diacungi jempol karena bisa membuat seisi kelas jadi bisa menyerap pelajaran semuanya bersama-sama. Tak ada yang ketinggalan. Metode mengajarnya patut dijadikan contoh untuk guru-guru lain.

Miss Eka tidak akan meneruskan bab pelajaran selanjutnya walau ada satu saja murid yang masih belum paham. Tentu tidak mudah memahamkan 40 murid dengan cara berpikir dan isi kepala yang beda waktu singkat.

Maka dibentuklah kelompok belajar kecil. Terdiri dari murid pintar dan lemah. Metode ini mendidik murid untuk saling menolong dan toleransi dengan teman sesamanya. Tidak boleh yang pintar lalu mengejek yang lemah. Jika ada yang melakukan kesalahan hal itu sangat manusiawi. Asal terus berusaha.

Terenyuh, Ketemu Murid yang Dulunya Bandel Kini Luar Biasa Hebat

Yang pintar tak akan bisa melanjutkan materi pelajaran jika ia tak membantu temannya. Yang lemah akan lebih semangat mengejar ketertinggalan agar tidak menghambat temannya memperoleh materi pelajaran baru.

Karena itulah Mario bisa semangat belajar tanpa dipaksa. Ia berhasil lulus SMA, kemudian kuliah, dan kini memiliki bisnis bengkel mobil yang ramai pengunjung.

Miss Eka terharu bisa mendengar cerita sukses anak didiknya ini. Muridnya kini bisa mandiri dan tak lupa dengan jasa sang guru yang begitu besar dalam hidupnya. Kisah sukses karena berbakti pada guru ini sangat mengharukan.  

“Ini kartu nama saya. Kalau mobil Miss Eka ada masalah, datang saja ke bengkel saya ya. Gratis khusus buat Miss Eka.”

Mendengarkan itu Miss Eka tersenyum bahagia. Kisah sukses karena berbakti pada guru pada kisah Mario ini bisa jadi inspirasi kita. Baca juga kisah ulama besar yang berguru ke 1.080 pengajar.

Bikin Mewek, Tanya Jawab Murid dan Guru Yang Penuh Hikmah

Seorang guru berkumpul dengan murid-muridnya dan mengajukan beberapa pertanyaan:

1. Apa yang paling dekat dengan kita di dunia ini?

Jawaban murid-muridnya yakni: orang tua, teman, keluarga. Sang guru membetulkan jawaban tersebut. Kemudian menjawab bahwa yang paling dekat dengan kita adalah “kematian”. Karena kematian pasti adanya dialami oleh tiap makhluk.

2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?

Jawaban murid-murid: bulan, matahari, bintang-bintang. Jawaban tersebut dibenarkan oleh sang guru. Dan sang guru menjawab yang paling jauh adalah “masa lalu”. Karena masa lalu sudah tertinggal jauh di belakang.

Boleh dijadikan pelajaran tapi jangan terus menerus menatapnya. Karena kehidupan yang sesungguhnya adalah hari ini dan yang akan datang. Jadi manfaatkan waktu hidup sebaik mungkin agar penyesalan masa lalu tak semakin bertumpuk.

3. Apa yang paling besar di dunia ini?

Jawaban murid-murid: gunung, matahari. Jawaban sang guru adalah: “hawa nafsu”. Banyak manusia celaka karena tunduk pada hawa nafsunya. Menghalalkan berbagi macam cara sampai merampas hak orang lain demi memuaskan hawa nafsu yang tiada habisnya jika di turuti.

4. Apa yang paling berat di dunia ini?

Jawaban murid-murid: gajah, besi, baja. Tapi jawaban sang guru yakni: “memegang amanah”. Ya, seseorang yang diserahi amanah akan mempertanggung jawabkan apa yang diamanahkan kepadanya.

5. Apa yang paling ringan di dunia ini?

Kapas, angin, udara, begitulah jawaban murid-murid. Tetapi sang guru menambahkan bahwa yang paling ringan adalah: “meninggalkan ibadah”. Ibadah itu sangat berat bagi orang-orang yang lalai.

Hanya hamba-hamba dengan kepatuhan dan kesabaran yang amat tinggi yang bisa melaksanakan dengan ringan dan ikhlas. Karena hamba-hamba tersebut takut membantah aturan Allah SWT yang dapat mengakibatkan turunnya azab. Baik itu di dunia atau di akhirat.

6. Apa yang paling tajam di dunia ini?

Jawab murid-murid: pedang. Sang guru membenarkan. Tapi ada yang lebih tajam dari itu yakni: “lidah manusia”. Orang yang tak bisa menjaga ucapan, seringkali bisa menyakiti hati orang lain. Membuat orang lain itu tersinggung hingga dendam.

Jika dendam tak dapat diredam maka timbul perselisihan dan perpecahan antar saudara. Di tingkat yang parah adalah saling menumpahkan darah. Karena itu bicara yang baik-baik saja atau jika tak bisa lebih baik diam.

Semoga kita bisa memetik pelajaran dari kisah sukses karena berbakti pada guru ini. Baca juga kisah ulama yang memuliakan gurunya. Sumber: Eidelweis Almira, Guru, Hidupmu Hanya untuk Kami, Penerbit Zettu, Jakarta Timur, 2013.

Foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *