Kisah sahabat pekerja keras gurun

Kisah sahabat pekerja keras tercatat di sejumlah referensi. Siapa yang tak ingin menjadi orang kaya? Hampir semua manusia pasti menginginkan dirinya kaya raya agar hidupnya selalu terpenuhi dan bisa membeli apapun yang diinginkan.

Namun, hal itu tak dirasakan oleh sahabat Rasulullah yang satu ini. Sosok ini adalah sahabat Nabi Muhammad yang paling kaya.

Kisah sahabat pekerja keras, Dijamin Masuk Surga

Dia juga termasuk dalam delapan orang pertama yang masuk Islam dan juga dijamin masuk surga.

Ia adalah seorang pedagang sukses. Kerja kerasnya dalam berdagang membuat ia menjadi konglomerat dengan harta yang berlimpah di masa nabi.

Ia juga salah satu contoh seorang pengusaha Islam yang suksesnya tidak hanya di dunia, namun juga di akhirat. Dia adalah Abdurrahman bin Auf. Kisah sahabat pekerja keras ini tentang Abdurrahman bin Auf.

Pada saat itu, Abdurrahman bin Auf dekat dengan Abu Bakar ash Shiddiq. Saat Abu Bakar memeluk Islam, khulafaur Rasyidin pertama itu memperkenalkan Islam kepada Abdurrahman, Ustman bin Affan, Zubair bin Awwam, Thalhan bin Ubaidillah, dan Sa’ad bin Abi Waqqash.

Mereka langsung menghadap Rasullullah dan menyatakan keimannya tanpa keraguan. Sejak saat itu, Abdurrahman selalu setia di sisi Rasulullah.

Ya Sedekah Ya Jihad

Jika tidak sedang salat di masjid atau berjihad dalam perang, Abdurrahman selalu berdagang. Kisah sahabat pekerja keras merupakan sosok yang lihai berdagang.

Abdurrahman bin Auf merupakan salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang ikut hijrah ke Madinah. Ketika ia tiba di Madinah, sahabatnya Saad bin Rabi menawarkan harta yang dia miliki kepadanya, serta memerintahkannya salah satu isterinya setelah diceraikan dulu.

Abdurrahman bin Auf dan Saad bin Rabi memang dipersaudarakan oleh Nabi. Di Madinah, Nabi Muhammad mempersaudarakan satu muhajirin dan satu Anshar. Sehingga tidak ada satupun sahabat Muhajirin yang terlunta-lunta.

Luar Biasa, Hanya Modal 4 Dirham, Lalu Melejit Jadi Konglomerat

Setelah semua hartanya meninggalkan di Mekah, Abdurrahman bin Auf menolak dengan halus tawaran dari sahabatnya itu. Dia lebih memilih untuk hidup mandiri.

Hanya bermodalkan 4 dirham atau jika dirupiahkan sekitar Rp 280.000, ia hanya meminta maaf kepada saudaranya itu untuk menunjukkan dimana letak pasar. 

Itulah sikap yang diambil oleh seorang Abdurrahman bin Auf untuk menjaga kehormatannya. Ia lebih memilih mandiri, tidak bergantung kepada orang lain. Kisah sahabat pekerja keras dicontohkan Abdurrahman bin Auf.

Hanya selang beberapa waktu saja, Abdurrahman bin Auf langsung menikahi seorang muslimah Anshar. Dengan kerja kerasnya dalam berbisnis, Abdurrahman bin Auf mampu memberikan mahar emas kepada istrinya. 

Masya Allah, Menanggung Biaya Hidup Para Janda Dan Miskin

Rasulullah pun mendoakan keberkahan perintah dan perintah aulim wa lau bi syaatin walimahlah yang artinya buatlah resepsi nikah meskipun dengan seekor kambing’ (HR. Al Bukhari).

Abdurrahman pernah menjual tanah seharga 1.000 dinar dan membagikan seluruh dinar itu kepada keluarganya Bani Zuhrah, istri-istri Nabi, dan warga yang miskin.

Dia juga pernah sedekah 500 kuda untuk pasukan muslimin untuk jihad. Dia juga menyumbangkan 1.500 unta. Allah memberinya banyak karunia. Kisah sahabat pekerja keras dicontohkan Abdurrahman bin Auf.

Kaya Raya Tapi Juga Ikut Jihad

Kekayaan tak membuat Abdurrahman kufur ataupun tamak. Dia tetap hidup dengan dermawan. Tak hanya harta, dia bahkan rela mempertaruhkan nyawanya dalam jihad.

Abdurrahman bin Auf merupakan orang kaya raya. Dirinya selalu ingin menjadi orang miskin namun selalu gagal. Dia sangat gemar sedekah. Kebiasaannya itu dilakukan karena dirinya khawatir akan memasuki surga paling terakhir.

Oleh karenanya dirinya terus bersedekah agar seluruh harta yang dimilikinya bisa mengubah kekhawatirannya.

Suatu ketika Rasulullah saw berkata, “Abdurrahman bin Auf akan masuk surga terakhir karena terlalu kaya, sehingga dihitungnya paling lama.”

Mendengar hal tersebut Abdurrahman bin Auf pun berpikir keras, bagaimana caranya agar ia kembali menjadi miskin supaya dapat memasuki surga lebih awal.

Selalu Jadi Donatur Jihad  

Karena rasa khawatir itu, Abdurrahman bin Auf pernah menyerahkan separuh hartanya pada zaman nabi. Tidak sampai di situ, dia pun lanjut bersedekah sebanyak 40.000 dinar.

Di tengah rasa khawatirnya, Abdurrahman bin Auf pun malah ditawari harta oleh salah satu sahabat Anshar bernama Sa’ad. Dia terkenal dengan kekayaannya di Madinah namun Abdurrahman bin Auf menolaknya.

Selain menolak, Abdurrahman bin Auf justru bertanya mengenai lokasi pasar yang berada di Madinah. Setelah mengetahui itu, dirinya membeli tanah dan menjadikan sebagai kavling pasar.

Tujuannya untuk memfasilitasi orang-orang yang ingin berdagang namun tidak ada modal besar untuk menyewa tempat. (Baca: Ingin Miskin Malah Makin Kaya)

Anti Dengan Bisnis Haram dan Curang

Setelah berhasil membeli tanah dan membuat kavling, Abdurrahman bin Auf pun memberikan kesempatan kepada banyak orang di sana untuk berjual tanpa membayar sewa.

Dia justru menerapkan sistem bagi hasil yang lebih adil, sehingga tidak memberatkan dan mencekik para pedagang yang masih merintis.

Rahasia sukses Abdurrahman bin Auf dalam berdagang adalah menghindari yang haram dan syubhat atau yang tidak jelas kehalalan dan keharamannya. (Baca: Kisah Sosok Yang Kebal Sogokan)

Ia juga selalu membagikan hartanya dengan keluarga, saudara, dan agama Allah. Abdurrahman semakin giat bersedekah sejak mendapat nasihat dari Rasulullah.

”Wahai Ibnu Auf, sesungguhnya engkau adalah kelompok orang-orang kaya dan engkau akan masuk surga dengan merangkak. Karena itu berilah pinjaman kepada Allah niscaya Allah lepaskan kedua kakimu,” sabda Rasulullah.

Kisah Sahabat Pekerja Keras, Ini Rahasia Sukses Bisnisnya


Abdurrahman pun pernah menyatakan bahwa kunci kesuksesannya ada tiga,“Ada tiga. Aku tidak pernah menolak laba (berapapun besar), bila ada yang menawar daganganku (hewan) aku tidak pernah kehilangan penjualan, dan aku tidak pernah menjual dengan pembayaran tunda.”

Dalam Perang Uhud, Abdurrahman mendapatkan 20 luka yang salah satunya membuat kakinya cacat permanen. Dia bahkan sulit berbicara karena giginya patah dalam Perang Uhud.

Abdurrahman bin Auf juga sempat menolak untuk menjadi khalifah atau pemimpin umat Islam sepeninggal Umar bin Khattab. Saat itu enam orang sahabat sedang berunding menentukan khalifah baru.

Semua sepakat menunjuk Abdurrahman. Tapi, dia menolak dan meminta Utsman bin Affan untuk menjadi khulafaur rasyidin itu.

“Demi Allah, andai dibuat sebilah pisau lalu diletakkan pada tenggorokanku dan ditancapkan hingga tembus ke sisi lain adalah lebih aku sukai daripada menjadi khalifah,” kata Abdurrahman 

Makin Kaya, Makin Takut

Sesaat sebelum meninggal dunia bahkan Abdurrahman takut hartanya justru menjadi penghalangnya ke surga.

“Sungguh aku takut jika aku tidak bisa bertemu dengan para sahabatku karena banyaknya harta yang kumiliki,”kata Abdurrahman. 

Abdurrahman bin Auf adalah sahabat nabi yang paling kaya dan dijamin masuk surga mewasiatkan 500 ribu dinar. Uang ini untuk perjuangan di jalan Allah dan 400 dinar untuk setiap orang yang terlibat dalam Perang Badar.

Penulis: Chamdika Putri
Editor: Oki A.

Foto: Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *