Kisah sahabat nabi yang kreatif

Kisah sahabat nabi yang kreatif merupakan kisah-kisah yang mewarnai perjalanan tugas kenabian Rasulullah Muhammad saw. Salah satu kunci kesuksesan misi dakwah antara lain peran para sahabat Nabi.

Rasulullah Muhammad saw dikelilingi banyak sahabat yang punya komitmen tinggi serta keahlian di berbagai bidang. Mulai dari keahlian komunikas, bahasa/sastra, pertanian, peternakan, teknik, kesehatan, pendidikan, perdagangan, politik hingga militer.

Di bidang kesehatan, kisah sahabat nabi yang kreatif pun pernah dicatat sejarawan atau ulama hadits. Ada kisah tentang sekelompok sahabat nabi sedang perjalanan jauh.

Kisah Sahabat Nabi yang Kreatif, Demi Selamatkan Nyawa

Di tengah safar (perjalanan jauh) itu, mereka melewati suatu kampung. Rombongan ini sedang kehabisan bekal. Rombongan berharap ada penduduk yang mau menjamu mereka.

Namun tak ada warga yang bersedia menjamu. Lantas rombongan ini pun berlalu meninggalkan kampung itu.

Jumlah musuh bahkan lebih banyak daripada seluruh penduduk Madinah, termasuk wanita dan anak-anak.

Baru beberapa saat berlalu, ada orang kampung berlari menghampiri rombongan. Orang itu bertanya, “Apakah di antara kalian ada yang bisa melakukan pengobatan dengan jampi-jampi (atau mantra-mantra)? Kepala kampung kami baru saja disengat Kalajengking.”

Salah satu anggota rombongan menyahut, “Kalian tadi enggan menerima kami. Kini malah minta bantuan kami.” Namun ada pula yang berkomentar, “Mari kita bantu dengan doa-doa.”   

Mereka pun menjenguk kepala kampung itu. Seorang sahabat nabi kemudian punya ide: membacakan surat Al-Fatihah sambil meniup luka itu. Dan alhamdulillah kepala kampung itu sembuh.

Padahal pengobatan ini belum pernah diajarkan Nabi Muhammad sama sekali. Ini murni inisiatif si sahabat itu. Itulah namanya ilham, jika baik itu datangnya dari Allah. Jika ilham berbuat buruk, itu dari syetan.  

Jarang Diungkap, Al Quran Juga Obat Luka Luar dan Organ Dalam

Kisah sahabat nabi yang kreatif ini dicatat kitab hadits Imam Bukhari (nomor hadits 5736) dan kitab Imam Muslim (no. 2201).

Tak disangka, kepala kampung itu kemudian memberi hadiah beberapa ekor kambing sebagai ungkapan terima kasih. Sebagian sahabat nabi malah senang, sebagian lagi ragu-ragu. Apakah tindakan mereka ini dibenarkan Nabi Muhammad.

Mereka berbeda pendapat apakah tetap menerima pemberian itu atau menolak. Mereka pun segera menemui Nabi dan melaporkan kejadian itu.  

Sahabat yang mengobati itu berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak meruqyahnya (mengobatinya) kecuali hanya dengan membaca surat Al-Fatihah.”

Rasulullah saw. tersenyum dan berkata, “Darimana kamu tahu bahwa Al Fatihah bisa dipakai ruqyah (pengobatan)?”

Lalu Nabi bersabda lagi, “Terimalah kambing-kambing itu dan berikan sebagiannya untukku” (HR. Bukhari no. 5736 dan Muslim no. 2201).

Ternyata Nabi Muhammad membenarkan tindakan sahabat tadi. Kisah sahabat nabi yang kreatif ini mendapat persetujuan Nabi.

Nabi Juga Siap Menerima Usulan Orang Lain

Hal inilah yang disebut dengan Hadits Taqriri. Yaitu sunnah atau hukum bolehnya suatu perbuatan yang didiamkan atau disetujui Nabi. Sehingga ini menjadi boleh diamalkan bagi umatnya sepeninggal Nabi.

Kisah sahabat nabi yang kreatif juga dicatat dalam kisah perang Badar. Pasukan Islam hanya 330 orang. Awalnya bukan untuk bertempur, hanya untuk mencegat rombongan Quraisy. Karena kafir Quraisy sebelumnya telah menindas dan merampas harta orang Islam sebelum masa hijrah.

Ternyata kaum kafir mendatangkan bala bantuan dari Mekkah dengan jumlah total seribu personil. Kedua kubu pun mencari tempat untuk istirahat sebelum memulai laga.

Lalu Nabi Muhammad memerintahkan pejuang untuk membuat kemah di daerah yang rendah. Lalu ada seorang sahabat yang kritis. Ia bertanya, “Wahai Rasul, apakah tempat ini perintah Allah ataukah pendapat Anda sendiri?”

“Ini pendapatku sendiri.”

“Menurutku, tempat ini tidak bagus. Kita cari tempat yang dekat sumber air dan lebih tinggi tempatnya. Agar kita bisa mengintai musuh.”

Nabi pun menyetujui usulan sahabat yang pandai ini. Kisah sahabat nabi yang kreatif ini sangat membantu perjuangan Nabi.

Nabi itu sosok yang tidak selalu mementingkan pendapat pribadi beliau sendiri. Beliau juga sering bermusyawarah dengan sahabatnya dan mau menerima gagasan dari mereka, selama tidak ada larangan dari Allah.  

Kisah Sahabat Nabi yang Kreatif, Kunci Pembuka Kemenangan

Lalu pasukan Islam menemukan tempat yang sesuai. Dan para mujahidin ini juga melakukan siasat cerdik. Semua sumber air di dekat Badar ditutup pasir sehingga pasukan musuh kesulitan air.

Inilah langkah awal dari kemenangan Islam. Musuh pun benar-benar kekurangaan air dan membuat mereka melemah. Dan Allah memberi kemenangan pejuang Islam di Perang Badar.  

Kisah sahabat nabi yang kreatif juga ada pada sosok Salman Al Farisi. Dia adalah sahabat nabi yang berasal dari negeri Persia. Kini masuk wilayah Iran.

Dia mengembara ke negeri yang jauh, mencari kabar tentang rasul akhir zaman. Salman sudah bergonta-ganti agama. Pengembaraannya mencari agama yang hakiki pun berlabuh di Madinah.

Ngeri, Nyaris Saja Madinah Dibumihanguskan

Salman bukan orang Arab asli, namun ia melebur dalam persaudaaran Islam di Madinah. Salman juga turut dalam banyak jihad bersama Rasul dan para sahabat lainnya. Salah satunya adalah perang Khandaq pada tahun 5 H.

Perang ini juga disebut sebagai Perang Ahzab (sekutu). Karena pasukan Kafir Mekkah bersekutu dengan kaum Arab Gathafan yang menyembah berhala dan memusuhi Islam.

Kekuatan ini makin besar dengan bantuan Yahudi Bani Nadhir yang sebelumnya telah terusir dari Madinah. Di sisi lain, Yahudi dari Bani Quraizhah juga berkomplot meskipun masih berada di dalam Madinah.

Mereka pun mengkhianati perjanjian damai dengan Nabi dan siap menikam dari dalam Madinah.

Jumlah pasukan sekutu ini mencapai 10 ribu personil. Jumlah musuh bahkan lebih banyak daripada seluruh penduduk Madinah, termasuk wanita dan anak-anak.

Jika pasukan koalisi itu serempak menyerang, Madinah akan hancur lebur.

Luar Biasa, Nabi Juga Ikut Menggali Dengan Kapak dan Cangkul

Lalu, Salman punya ide. Dia berkata kepada Nabi, “Di negeri asalku, jika kampung kami dikepung musuh maka kami menggali parit di sekelilingnya.” Khandaq adalah bahasa Arab untuk parit. Nabi setuju dengan ide ini.

Maka kaum muslim dan penduduk Madinah menggali parit di sisi utara Madinah. Karena sisi itulah yang terbuka. Sisi lainnya dikelilingi pegunungan dan perbukitan. Maka, musuh pasti akan menyerang dari utara.

Parit digali cukup dalam dan lebar. Tujuannya agar kuda tidak bisa melompatinya dan jika orang masuk ke situ tidak bisa naik.

Demikianlah, sangat berat bagi kaum muslimin harus menggali parit seperti itu di sekeliling Madinah. Saat itu cuaca juga ekstrim dan paceklik. Malamnya sangat dingin, siangnya sangat panas.

Apalagi semua dilakukan dengan tangan. Belum ada peralatan saat itu. Sangat berat dan melelahkan. Bercampur ketakutan yang mencekam jika musuh datang tiba-tiba.

Rasulullah pun ikut terjun menggali. Bahkan jika ada batu cadas, para sahabat mengadu kepada Nabi dan Nabi memukulkan cangkulnya sendirian hingga pecah batu itu.

Kadang juga Nabi menggali dengan kapak yang berat. Baca juga kisah penduduk suatu negeri yang disiksa dengan parit api karena beriman kepada Allah.  

Mencekam, Begini Rasanya Jika Satu Bulan Kampung Kita Dikepung Musuh

Tibalah kedatangan pasukan sekutu. Musuh kaget dan tidak mengira ada parit. Sehingga perang ini sejatinya adu strategi, bukan adu senjata atau adu jumlah pasukan.

Musuh tak bisa menyerang, hanya mengepung. Lamanya 27 hari, nyaris satu bulan penuh. Suasana mencekam selama sebulan. Nabi dan sahabat Nabi sering kelaparan. Umar dan Abu Bakar mengganjal batu di perutnya saking laparnya.

Al Quran menggambarkan situasinya, “(Yaitu) ketika mereka datang (mengepungmu) dari atas dan dari bawahmu (segala penjuru), dan ketika pandanganmu goncang (terbelalak), dan hatimu menyesak hingga tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan berbagai prasangka” (QS. Al Ahzab 10)

Bahkan orang-orang munafik di dalam Madinah juga mengeluh. “Kemarin Muhammad berjanji akan menaklukkan Kisra (Persia) dan Qaishar dan menguasai harta mereka. Kini, kita tak bisa tenang, bahkan untuk buang hajat pun susah.”

Makin hari, musuh mereka kehabisan bekal dan mulai jenuh. Karena tidak bisa kemana-mana. Maju tidak, mundur tidak.

Apalagi Allah mengutus angin kencang yang memporak-porandakan kemah dan perbekalan mereka. Allah memberi hadiah kemenangan bagi mereka yang sabar dalam perjuangan.

Mereka pun bubar dengan tanpa hasil. Koalisi itu pun pecah dan mereka tak lagi percaya satu sama lain. Dan Madinah kembali aman sentosa.

Foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *