Kisah sahabat nabi yang ditakuti setan mekkah

Kisah sahabat nabi yang ditakuti setan merupakan pujian Nabi Muhammad kepada salah satu sahabat terdekatnya. Saking kuat imannya, Nabi Muhammad menyanjung seorang sahabat beliau itu sedemikian rupa. Sampai-sampai setan pun takut padanya.

Dia adalah sahabat nabi dari kalangan Muhajirin. Di berasal dari salah satu kabilah di Mekkah. Nama kabilah (sub suku Arab) adalah Bani Adi.

Perawakannya tinggi besar. Sangat mudah mengenali sahabat nabi ini karena postur tubuhnya yang gagah dan kekar. Dia juga juga ahli dalam menggunakan senjata seperti pedang dan tombak.

Dia adalah salah satu jagoan orang Arab Quraisy pada masa sebelum Islam. Seperti banyak orang Arab lainnya pada masa itu, dia juga suka minum-minuman keras sebelum masuk Islam.

Kisah Sahabat Nabi yang Ditakuti Setan, Doa Tuk Menaklukkan Hati Yang Keras

Pada masa itu, minuman keras adalah bukti keramahtamahan untuk menjamu tamu. Makin ramah, makin banyak suguhan minuman memabukkan itu. Dengan mabuk seperti itu, makin terlihat siapa yang dermawan dan siapa saja jagoan.

Sahabat nabi ini dulunya sangat benci dengan Islam. Dia juga membenci  Nabi Muhammad. Dia juga sering menganiaya orang-orang Islam di awal-awal penyebaran Islam di Mekkah.

“Ketika aku baru masuk Islam, aku mengingat-ingat siapa penduduk Mekkah yang paling keras memusuhi Nabi. Dia adalah Abu Jahal. Maka aku mendatangi rumahnya. Aku gedor-gedor pintu rumahnya.”

Sosok ini sangat ditakuti, tidak hanya orang Islam, namun juga sesama Arab lainnya. Kisah sahabat nabi yang ditakuti setan ini bisa Anda baca di sini. Nabi Muhammad punya doa yang menjadi penolong di saat sulit.

Kondisi di Mekkah belum ada perintah dari Allah untuk membalas perlakuan kejam orang kafir. Nabi Muhammad dan para sahabat saat itu hanya menyingkir atau tetap tabah dalam gangguan orang kafir.

Nabi Muhammad dan para berusaha menghindar. Sambil terus berdoa kepada Allah. Suatu saat, Nabi Muhammad berdoa, “Ya Allah, kuatkanlah Islam dengan salah satu dua Umar (atau dalam lafal Arab: dua orang bernama Amr): Umar bin Khattab atau Amru bin Hisyam.”

Julukan Bapak Kebijaksanaan Berubah Jadi Bapak Kebodohan

Amru bin Hisyam itu juga dijuluki Abu Jahal. Dia adalah tokoh Quraisy, jagoan di antara penyembah berhala yang sangat memusuhi Islam.

Amru bin Hisyam bukan orang sembarangan. Dia punya kecerdasan yang hebat. Karena itu, julukannya sebelum kenabian adalah Abul Hakam (Bapak Kebijaksanaan). Artinya: Amru bin Hisyam itu cerdas dan mampu menjadi hakam (pengadil yang bijaksana).

Namun, ketika Amru bin Hisyam tidak mau menyembah Tuhan yang Esa, malah dia menentang ajaran Islam, maka sejak itu dia dijuluki Abu Jahal. Maknanya adalah bapak kebodohan.

Berubah 180 derajat hanya waktu sekejap. Yang awalnya Bapak Kecerdasan jadi Bapak Kebodohan. Semua itu akibat dari sikapnya yang ngeyel menyembah berhala.

Akalnya tumpul karena kesombongan. Kecerdasannya tak berguna lagi. Sebab dia menderita kebodohan yang paling parah: yakni enggan beriman kepada Allah yang Maha Tunggal. Sejak itu, kepintaran dan wibawanya hancur di mata Allah dan di mata manusia berakal sehat.

Rahasia Doa Yang Dikabulkan

Sangat wajar jika Nabi Muhammad berharap salah satu dari kedua Amr/Umar itu masuk Islam dan memuliakan agama kebenaran ini. Karena, latar belakang kedua orang ini memang cemerlang.

Ternyata Allah memilih Umar bin Khattab. Itulah rahasia doa. Kita tak tahu kapan akan dikabulkan. Nabi terus berdoa tanpa bosan dan tanpa putus asa.

Itu terjadi pada tahun ke-6 kenabian. Sejak Umar masuk Islam, agama Islam menjadi lebih disegani di hadapan orang-orang kafir Quraisy.

Kaum penyembah berhala pun heboh ketika Umar bergabung dengan Nabi Muhammad. Sedangkan orang-orang Islam bergembira. Saat Umar bersyahadat di hadapan Nabi, orang-orang beriman yang berkumpul di suatu rumah pun serempak bertakbir dan mengucapkan syukur.  

Orang-orang lemah di kalangan muslim merasa aman ketika Umar masuk Islam. Abdullah bin Mas’ud masih remaja saat itu. Lagi pula dia seorang anak gembala yang kurus. Namun ia punya hafalan Al Quran yang kuat dan bersuara indah, mirip suara nabi.

Asal-Usul Diberi Julukan Al Faruq

Abdullah bin Mas’ud berkata, “Hampir-hampir kami tak bisa shalat di dekat Kabah hingga Umar masuk Islam. Kami merasa kuat setelah Umar bersyahadat.”

Abdullah bin Abbas, salah satu sahabat nabi yang masih remaja ketika hijrah ke Madinah. Abdullah bin Abbas lahir tahun ke-10 kenabian. Sedangkan Nabi Muhammad hijrah ke Madinah pada tahun ke-13 kenabian.

Suatu ketika sudah di Madinah dan Abdullah bin Abbas sudah beranjak dewasa, ia bertanya kepada Umar, “Mengapa Nabi dan orang-orang beriman menjuluki engkau dengan sebutan Al Faruq?”

Umar menjawab panjang lebar tentang proses keislamannya. Lalu dia juga bercerita tentang keislaman Hamzah bin Abdul Muthalib, paman Nabi yang lain. Hamzah adalah salah satu pemuda Quraisy yang gagah dan merupakan pendekar andalan kaum Arab saat itu.

Hamzah pandai memanah dan bertempur di medan jihad. Umar melanjutkan, “Aku masuk Islam tiga hari setelah Hamzah.” Masuk Islamnya Hamzah dan Umar semakin memperkuat Islam.

Lalu Umar bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, bukankah kita dalam kebenaran, hidup maupun mati?”

“Demi Zat yang menggenggam jiwaku, benar Umar.”

“Lalu mengapa kita masih sembunyi-sembunyi? Demi Zat yang mengutusmu dengan kebenaran, sebaiknya kita keluar.”

Luar Biasa, Lainnya Menghindari, Dia Malah Menemui Gembong Musuh

Lalu Nabi memerintahkan orang-orang beriman keluar ke arah Kabah dalam dua barisan. Satu barisan dipimpin Umar dan satu lagi dipimpin Hamzah. Wajah orang-orang kafir tampak sedih melihat barisan orang beriman ini.

Umar berkata, “Tak pernah kulihat wajah-wajah mereka seperti itu sebelumnya. Sejak saat itulah Nabi Muhammad menjuluki aku dengan nama Al Faruq (sang pemisah antara yang benar dan sesat).”   

Ketika baru masuk Islam, Umar punya cara yang sangat berani untuk menunjukkan keislamannya. Kisah sahabat nabi yang ditakuti setan ini adalah sosok Umar bin Khattab.

Jika ada yang orang baru masuk Islam lalu menyembunyikan keislamannya, maka Umar berbeda. Dia bercerita, “Ketika aku baru masuk Islam, aku mengingat-ingat siapa penduduk Mekkah yang paling keras memusuhi Nabi. Dia adalah Abu Jahal. Maka aku mendatangi rumahnya. Aku gedor-gedor pintu rumahnya.”

“Ahlan wa sahlan, selamat datang. Apa yang kau bawa?” tanya Abu Jahal.

“Aku datang untuk memberitahumu bahwa aku telah beriman kepada Allah yang Esa, beriman kepada Rasulullah Muhammad saw serta membenarkan apa yang ia ajarkan.”

Abu Jahal langsung menutup pintu rumahnya sambil mengoceh, “Semoga tuhan-tuhan (berhala-berhala) memburukkan wajahmu dan memburukkan apa yang kau bawa.”

Masya Allah, Hendak Hijrah Malah Beri Pengumuman Yang ‘Mengerikan’

Padahal, jika ada orang masuk Islam, biasanya orang-orang kafir ramai-ramai keluar rumah mengeroyok orang Islam. Ketika Umar masuk Islam, orang-orang kafir justru masuk rumahnya masing-masing.

Ketika hijrah ke Madinah, orang-orang Islam pergi meninggalkan Madinah secara rahasia, Nabi Muhammad dan Abu Bakar pun begitu. Umar justru berbeda.

Ketika hendak hijrah, Umar berangkat ke arah Kabah. Lalu dia berseru kepada banyak orang, “Siapa yang yang ingin anaknya menjadi yatim dan istrinya menjadi janda, hadanglah aku di ujung kota.”

Tak ada yang berani menghadang proses hijrahnya Umar. Kisah sahabat nabi yang ditakuti setan ini tentang sosok Umar. Baca juga kisah sahabat nabi yang orang tuanya dibantai di depannya.

Ngeri, Nyaris Membunuh Rekan Yang Berkhianat

Ketika sudah tinggal di Madinah, keberanian dan kewibawaan Umar makin jelas terlihat. Menjelang proses penaklukan Mekkah, Nabi Muhammad mengumpulkan para sahabat senior.

Dibuatlah rencana yang matang. Jumlah rombongan pejuang muslim saat itu mencapai 10 ribu orang. Jumlah yang tidak akan bisa dihadang oleh seluruh orang kafir Mekkah.

Sebelum hari H, Hathib bin Abi Balthaah seorang sahabat senior berusaha membocorkan rencana itu. Nabi pun mengetahui usaha itu. Ali bin Abi Thalib berhasil menggagalkannya.  

Hathib pun diperiksa. “Mengapa engkau berbuat ini wahai Hathib?” tanya Nabi. Lalu Hathib menjelaskan alasannya. Hathib masih punya kerabat dekat di Mekkah yang masih kafir.

Hathib berusaha mengirim surat agar mereka bisa menyelamatkan diri jika para pejuang Islam masuk Mekkah dan Hathib khawatir terjadi peperangan yang hebat.

Umar yang berada di ruangan itu, langsung  naik pitam, “Wahai Rasulullah, izinkan aku memenggal lehernya. Karena dia telah mengkhianati Allah dan Rasul serta telah berbuat munafik.”

Kisah Sahabat Nabi yang ditakuti Setan, Meskipun Sangar, Ternyata Hatinya Malah Sebaliknya

Nabi pun meredam gejolak Umar. “Sesungguhnya dia turut dalam Perang Badar. Apakah engkau telah memahami hal itu hai Umar? Bisa jadi, Allah telah mengetahui isi hati orang-orang (veteran) Badar. Bisa jadi Allah mengatakan, ‘Berbuatlah sesukamu, karena dosa kalian sudah diampuni (karena jasanya ikut Perang Badar).’”

Mata Umar pun berkaca-kaca menahan tangis sambil berkata, “Allah dan rasul-Nya lebih mengetahuinya.” 

Allah dan Rasul memaafkan kesalahan Hathib. Semua itu ia lakukan demi menyelamatkan kerabatnya meskipun hal itu melanggar perintah Allah dan Nabi.

Kisah sahabat nabi yang ditakuti setan adalah sosok Umar bin Khatab. Julukan ini diberikan Nabi ketika sudah tinggal di Madinah. Suatu hari, di rumah Aisyah yang ditempati bersama Nabi, sedang dikunjungi para wanita muda.

Jarang Diungkap, Rumah Nabi Pernah Diramaikan Dengan Rebana

Mereka adalah teman-teman sebaya Aisyah. Usia mereka masih belasan tahun. Rasulullah sedang beristirahat sejenak. Sedangkan, para wanita muda itu bermain-main dengan Aisyah di balik tabir,.

Mereka memainkan alat musik Rebana. Suasana di balik tabir sangatlah ramai. Nabi membiarkan Aisyah dan wanita-wanita muda bercanda dan bermain.

Beberapa sahabat Nabi sempat berkunjung menemui Nabi. Sedangkan para wanita itu tetap bermain-main bersama Aisyah. Nabi juga tidak melarang mereka.

Lalu Umar bin Khattab izin bertamu. Ia mengucapkan salam. Lalu Nabi mengizinkannya masuk. Tiba-tiba para wanita itu terdiam. Suasana menjadi sunyi. Mereka tahu kalau Umar sedang berbincang dengan Nabi.

Inilah Rahasia Mengapa Setan Malah Takut Kepadanya

Lantas Nabi pun tertawa kecil. Umar bertanya, “Mengapa Anda tertawa wahai Rasulullah?”

“Para wanita ini tadinya bersuara keras, sejak engkau datang mereka terdiam karena takut denganmu.”

Umar pun dengan nada tinggi menegur para wanita itu seraya berkata, “Wahai kaum wanita, mengapa engkau takut terhadapku sedangkan ada Rasulullah di dekat kalian? Harusnya kalian lebih segan dan lebih takut terhadap Rasulullah daripada terhadapku.”

Mereka menyahut, “Sebab engkau kasar.” Ada riwayat yang menyebutkan, “Sebab engkau keras.”  

Melihat perdebatan kecil itu, Nabi meredam Umar seraya bersabda, “Wahai Umar, jangan kau teruskan. Jika engkau melintasi suatu jalan, maka setan pun tak berani melintasi jalan itu. Setan akan melintasi jalan yang lain.”

Kisah sahabat nabi yang ditakuti setan ada pada sosok Umar bin Khattab. Seorang yang tokoh Islam yang gagah berani namun punya hati yang lembut. Imannya yang kokoh dan sikapnya yang pemberani membuat setan pun tak berani menghadapinya.  

Foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *