habib rizieq

Kisah masa kecil Habib Rizieq dimulai pada tahun 1965. Habib Rizieq lahir pada 24 Agustus 1965 dengan nama lengkap Muhammad Rizieq Shibab bin Hussein. Ia anak bungsu dari 5 beraudara. Ayah Habib Rizieq bernama Hussein bin Muhammad Shibab atau biasa disapa dengan sebutan Habib Hussein Shibab.

Nama silsilah ayahnya yaitu Habib Husein bin Muhammad bin Husein bin Abdullah bin Husein bin Muhammad bin Shaikh bin Muhammad Shihab. Sang ayah lahir pada tahun 1920. Ayah Habib Rizieq, Habib Hussein merupakan salah satu pejuang kemerdakaan Indonesia. Ia adalah salah satu pendiri gerakan Pandu Arab Indonesia, pada 1937.

Ayahnya Pejuang Kemerdekaan

Ayah Habib Rizieq mendirikan Gerakan Pandu Arab Indonesia ini bersama rekan-rekannya yang juga sama-sama keturunan Arab di Indonesia. Ini adalah perkumpulan kepanduan orang-orang keturunan Arab di Indonesia untuk ikut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Nama perkumpulan ini kemudian berganti menjadi Pandu Islam Indonesia. Ada pemain Liverpool, Sadio Mane, ayahnya juga tokoh agama,  

Kisah masa kecil Habib Rizieq sama seperti Nabi Muhammad saw. Sama-sama anak yatim sejak bayi. Ketika usia 1 tahun, Habib Rizieq sudah menjadi anak yatim. Ayahnya wafat pada 1966. Sejak itu ia diasuh ibunya sebagai orangtua tunggal. Ayah ibunya termasuk orang Betawi keturunan Arab Hadhrami, Yaman.

Ibu Habib Rizieq bernama Syarifah Sidah Alatas. Sang ibu berjuang mengasuh 5 anaknya, termasuk Habib Rizieq. Ibunya punya usaha menjahit dan melayani tata tias pengantin.

Masa Kecil Habib Rizieq, Yatim Sejak Usia 1 Tahun

Sebagai anak paling kecil, tentu ibunya sangat sayang pada Habib Rizieq. Apalagi sejak masa kecil Habib Rizieq adalah anak yatim dan tidak mendapat asuhan ayahnya. Karena itu, ibunya tidak tega kalau dia bersekolah jauh dari rumah. Maka dari itu, masa kecil Habib Rizieq pun bersekolah di SMP Kristen Bethel Petamburan, Jakarta.

“Saya baru tahu ternyata rumah yang sejak masa kecil Habib Rizieq ini sebelah gereja. Dan waktu saya temui pendetanya, gerejanya dilindungi FPI juga,” ucap Jaya Suprana yang beragama Katholik.

Sebelumnya masa kecil Habib Rizieq bersekolah di SMPN 40 Pejompongan, Jakarta Pusat. Lalu ibunya memindahkan Habib Rizieq ke SMP Kristen yang masih satu kawasan dengan rumahnya. Sedangkan masa kecil Habib Rizieq di bangku SD ditamatkan di SDN Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Karena itu, sejatinya masa kecil Habib Rizieq sudah akrab dengan warga beragama Kristen. Kisah masa kecil Habib Rizieq sudah terbiasa hidup berdampingan dengan agama lain. Tuduhan Habib Rizieq sebagai sosok yang intoleran atau anti toleransi sangat tidak relevan jika menilik masa kecilnya seperti itu. Hingga kini, Habib Rizieq tetap menjaga hubungan baik dengan tetangganya yang Kristen.

Bersekolah Di SMP Kristen Bethel

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Alfito Deanova, di TvOne pada tahun 2010, kisah masa kecil Habib Rizieq dibeberkan, termasuk kisah masa kecil Habib Rizieq yang bersekolah SMP Kristen Bethel Petamburan. Wawancara itu dilakukan langsung di jalanan kawasan Petamburan, kampung masa kecil Habib Rizieq. Hal ini menguatkan bahwa masa kecil Habib Rizieq tidaklah seperti yang dtuduhkan banyak media massa yang dianggap intoleran.

Sambil berjalan bedua menyusuri kawasan Petamburan, Alfito berdialog dengan Habib Rizieq. Kamera diarahkan bergantian. Sesekali ke arah keduanya, sesekali disorot ke gereja dan sekolah Kristen di Petamburan. Sambil berjalan, masa kecil Habib Rizieq diceritakan dan menujukkan kegiatan gereja dan sekolah Kristen di sana.

Dalam wawacara itu, Alfito menanyakan masa kecil Habib Rizieq Petamburan. Habib Rizieq dibesarkan di Petamburan Jakarta dan hingga sekarang tinggal di sana. Markas Front Pembela Islam (FPI) juga di Petamburan. Hingga kini, hubungan antara Habib Rizieq dan FPI dengan warga Kristen di Petamburan tak pernah ada masalah. “Toleransi beragama di Petamburan yang markas FPI ini dengan umat Kristen sangat dijaga,” jelas Habib Rizieq kepada Alfito.

Rukun Dengan Tetangga Kristen

Bahkan dalam wawancara dengan Jaya Suprana di TVRI (diunggah ke YouTube, 4 Januari 2014), kisah masa kecil Habib Rizieq hidup berdampingan dengan umat Kristen. Habib Rizieq membenarkan pernyataan Jaya Suprana bahwa rumah masa kecil Habib Rizieq bersebelahan dengan gereja. Habib Rizieq mengungkapkan ada 5 gereja di Petamburan, rumah yang ia tempati sejak kecil hingga kini.

Jaya Suprana yang beragama Kristen (Katholik) pun sempat berkunjung ke rumah Habib Rizieq sebelum wawancara itu. Jaya Suprana sempat berdialog dengan pendeta gereja di sebelah rumah Habib Rizieq. “Saya baru tahu ternyata rumah yang sejak masa kecil Habib Rizieq ini sebelah gereja. Dan waktu saya temui pendetanya, gerejanya dilindungi FPI juga,” ucap Jaya Suprana yang beragama Katholik. 

Habib Rizieq mengungkapkan ada lima Gereja di dekat rumahnya di Petamburan. “Ada Gereja Bethel, Gereja Salvator, Gereja Lemuel, Gereja Emmanuel, dan Gereja HKBP. Kelima gereja ini melakukan ibadah dengan tenang tanpa ada gangguan sedikit dari masyarakat sekitar. Kelima gereja ini juga tidak pernah membuat masalah dengan warga dan semua berizin dengan jelas. Semua kegiatan mereka murni ibadah, bukan mengganggu ketenangan masyarakat. Sudah puluhan tahun seperti itu di Petamburan, markas FPI,” begitu ungkap Habib Rizieq kepada Jaya Suprana.

Beasiswa S1 di Arab Saudi dan Cumlaude

Setelah lulus SMP Bethel 1979, kisah masa kecil Habib Rizieq dilanjutkan ke SMAN 4 Jakarta di Gambir. Namun kemudian masa kecil Habib Rizieq menyelesaikan SMA Islamic Village di Tangerang 1982. Ketika bercerita kisah masa kecil Habib Rizieq di SMP Kristen Bethel, Habib Rizieq mengatakan ibunya tetap menyuruhnya mengaji dan belajar agama Islam sepulang sekolah.

“Kalau siang pulang dari SMP, ibu saya menyuruh saya mengaji ke ustad. Sore juga belajar lagi ke ustad. Jadi ibu saya tidak kuatir saya bersekolah Kristen. Ibu hanya bilang, ‘Toh kamu sekolah di situ kan untuk pengetahuan umum saja. Setelah itu kamu mengaji,’” tutur Habib Rizieq di Jaya Suprana Show TVRI.

Setelah lulus SMA tepatnya 1983, Habib Rizieq masuk kelas Bahasa Arab di Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Jakarta. Baru setahun di LIPIA, Habib Rizieq mendapat beasiswa dari Organisasi Konferensi Islam (OKI) kuliah ke Arab Saudi. Habib Rizieq masuk jurusan Studi Agama Islam (Fiqih dan Ushul Fiqih) di Universitas Raja Saud. Habib Rizieq mampu menyelesaikan selama empat tahun dengan predikat cumlaude.

Gigih Kuliah S3 & Dipuji Dosen

Lebih 10 tahun tak melanjutkan studi sejak lulus dari Arab Saudi, kemudian Habib Rizieq melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Islam Internasional Malaysia. Baru setahun, Habib Rizieq pun pulang ke Indonesia. Belum selesai. Namun pada 2008 Habib Rizieq meyelsaikan S2 lagi di Uniiversitas Malaya bidang Syariah dengan judul tesis Pengaruh Pancasila terhadap Pelaksanaan Syariat Islam di Indonesia.

Puncaknya pada 2017 lalu, merdeka.com memberitakan bahwa Habib Rizieq menyelsaikan program doktornya bidang Dakwah dan Manajemen Islam di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM).

Habib Rizieq menulis judul disertasinya dalam bahasa Arab: Manahij At-Tamyiz Bayna Al-Ushul Wa Al-Furu’ Inda Ahli Suna Waljama’ah atau Metode Pemisahan Antara Masalah Usuliyyah dan Furui’yyah menurut Ahlu Sunnah Waljama’ah.

Terhalang Sidang Disertasi Karena Pencekalan

Ada dua guru besar yang menjadi promotor Habib Rizieq di program doktoral ini. Yaitu Associate Prof. Dr. Kamaluddin Nurdin Marjuni dari Indonesia dan Dr. Ahmed Abdul Malik asal Nigeria. Kamaluddin mengungkapkan Habib Rizieq sangatlah gigih menambah ilmu.

“Habib Rizieq banyak membawa buku dan hasil riset sampai dibawa dengankardus-kardus besar. Dan Habib Rizieq menyelesaikan dengan hasil yang cemerlang. Sampai Dr. Mikail Ibrahim dosen Data Analysis terheran-heran dengan kegigihan dan ketelitian Habib Rizieq,” jelas Kamaluddin seperti dikutip merdeka.com (11 Mei 2017).

Karena banyak halangan dan pencekalan, hingga tulisan dibuat belum ada informasi terbaru apakah studi S3-nya sudah tuntas atau masih tertunda. Semangat belajar yang tinggi dan kemauan yang besar Habib Rizieq inilah yang patut diteladani siapapun, apapun agama dan asal usulnya.

3 thoughts on “Kisah Masa Kecil Habib Rizieq | Dapat Beasiswa dan Cumlaude”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *