mesut ozil berdoa

Kisah hidup Mesut Ozil pemain sepak bola inspiratif. Kisah hidup Mesut Ozil taat agama Islam. Dia dikenal dengan teknik bermain sepak bola yang luar biasa dan taat agama Islam. Dia sangat lincah, kreatif dan termasuk pemain serba bisa.

Pemain kelahiran 10 Oktober 1988 ini sering bermain di posisi gelandang  serang yang sangat aktif dan kreatif memberi umpan matang (assist) ke penyerang sehingga berbuah gol. Dia juga sering membuka area untuk menciptakan peluang gol. Karena itu, Mesut Ozil dikenal sebagai raja pengumpan (assist-king).

Kisah Hidup Mesut Ozil, Mulai Karir Pro

Sejak bermain di Wender Bremen (Januari 2008-Juni 2011), Ozil sudah menunjukkan kualitasnya sebagai playmaker lincah. Pada Bundesliga 2009-2010, Ozil sudah dinobatkan sebagai: the best player of the first half of the season (pemain terbaik paruh musim). Saat akhir musim  2009-2010, dia mencatatkan 9 gol dan 17 asisst di 31 total penampilannya bersama Wender Bremen.

Pada Agustus 2010, Real Madrid memboyongnya dengan harga 15 juta Euro. Pada musim pertamanya bersama klub raksasa asal Spanyol itu, pemain dengan tinggi badan 180 cm ini mencatatkan 25 assist. Catatan assist tertinggi di seluruh liga utama Eropa pada musim 2010-2011. Tahun itu penampilan Ozil mendapat pujian secara luas dari media massa, pada suporter dan juga sesama pemain. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

Puncaknya, ia membantu Los Galaticos merebut kembali gelar juara La Liga ke-32 pada musim 2011-2012 setelah dua musim direbut Barcelona secara beruntun. Lagi-lagi Ozil punya peran kunci di skuat asuhan Jose Mourinho kala itu. Musim itu ia menyumbang 17 assist dan 7 gol untuk Real Madrid di semua ajang. Inilah kisah hidup Mesut Ozil ketika bermain untuk Real Madrid dan meraih Juara La Liga.

Di tahun ketiganya bersama Real, merupakan musim terakhirnya di Spanyol. Meskipun di musim itu Madrid tidak meraih piala apapun, Ozil tetap punya andil besar di klub ibukota Spanyol itu. Musim 2012-2013, ia  membukukan 29 assist. Lebih banyak dari pemain manapun di liga lainnya di Eropa. Sejak itu ia dinobatkan sebagai raja assist oleh awak media. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

Jadi Pemain Termahal Jerman

Di akhir musim 2012-2013, terjadi ketidakpastian pascapemecatan Jose Mourinho di Real Madrid. Ozil pun menerima pinangan Arsenal. Konon nilai transfer Ozil mencapai 50 juta Euro untuk jangka waktu 5 tahun. Nilai itu menjadikannya pemain Jerman paling mahal dan belum ada pemain Jerman lainnya yang melampaui angka ini.

Alasan kepindahannya karena ia ingin kepastian tentang masa depan posisinya di tim inti. Itu yang ia dapatkan dari Arsene Wenger, pelatih Arsenal kala itu. Sedangkan itu tidak dapatkan di Real Madrid di akhir musim 2012-2013.

“Saya selalu  bermain dengan sikap kejujuran. Saya tak bisa pura-pura jatuh untuk memgambil keuntungan dari situ. Saya tak bisa melakukan itu,” tegas Mesut Ozil.

Ia mengatakan, “Saya sungguh ingin bertahan di Real Madrid.  Tapi kemudian saya menyadari saya tidak mendapat cukup rasa yakin dari tim pelatih maupun pimpinan klub. Saya membutuhkan rasa yakin itu. Itu yang saya rasakan dari Arsenal. Arsene Wenger telah menelepon saya. Dia memberi respek yang tinggi. Dan itu yang saya harapkan dari sebuah klub.”

Umpannya Kerap Jadi Gol (Assist King)

Dan kontribusinya menyegarkan dahaga fans Arsenal akan gelar juara selama 9 tahun sebelumnya. Di tahun pertamanya bersama tim meriam London (2013-2014), Ozil punya andil positif merengkuh piala FA. Tak hanya sekali, bahkan dua kali berturut mengangkat trofi FA Cup di tahun 2015. Puncaknya, dia turut serta meraih FA Cup ketiga bagi Arsenal pada musim 2016-2017.

Lagi-lagi Mesut Ozil mencatatkan penyumbang assist terbanyak. Bahkan, menorehkan 20 assist pada pada 2015-2016, tertinggi kedua dalam sejarah di Primier League setelah Thierry Henry pada 2002-2003. Hal ini makin mengukuhnya sebagai Raja Assist atau Raja Pengumpan Gol. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

Puncak Prestasi: Juara Dunia

Bagi Timnas Jerman, Mesut Ozil punya andil signifikan sejak pertama kali dipanggil tim senior pada 2010. Ozil dan tim Jerman selalu selalu mancapai semifinal di turnamen besar dalam kurun 2010-2017. Mulai Piala Dunia 2010 (semifinal), Piala Eropa 2012 (semifinal) dan Piala Eropa 2016.

Klimaksnya, Mesut Ozil Ozil dan kawan-kawan merengkuh trofi tertinggi sejagat dengan menjuarai Piala Dunia 2014 serta memenangi Piala Konfederasi 2017. Sebuah puncak prestasi bagi pemain sepak bola. Di gelaran Piala Dunia 2014, Mesut Ozil menorehkan catatan umpan sukses terbanyak kedua setelah Lionel Messi.

Kisah hidup Mesut Ozil ini menuai inspirasi positif bagi banyak orang. Tak hanya pemain junior atau muda, juga bagi pemain senior dan masyarakat luas. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

Agama Islam yang Taat

Selain diacungi jempol karena preatasi di lapangan hijau, Mesut Ozil juga dicintai publik karena kepribadiannya baik dalam maupun di luar lapangan. Ia dikenal sebagai muslim taat beragama, ramah, jujur, dan gemar menolong.

Mesut Ozil lahir dari keluarga muslim keturunan Turki. Mesut Ozil generasi ketiga dari keluarga Jerman keturuan Turki. Mesut Ozil mengakui ia banyak belajar dari dua budaya ini. “Teknik bermain saya dipengaruhi dua sisi. Penguasaan bola dan sentuhan bola adalah ciri Turki. Sedangkan kedisiplinan dan soliditas tim kental dengan budaya Jerman.”

Mesut Ozil mengamalkan Islam dengan taat, di lapangan maupun di luar lapangan. Sebelum memulai laga, dia selalu berdoa secara Islam dan membaca surat Al Fatihah. “Saya rutin melalukan itu. Saya berdoa menjelang kick-off. Saya memohon kepada Allah agar diberi kesuksesan. Rekan setim saya sudah paham dan mereka tidak berbicra dengan saya dalam momen itu.” Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam. Selain, Mesut Ozil, ada Sadio Mane yang juga sama-sama pemain Islam taat di Liga Inggris.   

Rajin Baca Doa & Al Quran Sebelum Laga

Konon, di momen itu Cristiano Ronaldo yang berbeda agama merasa ada rasa kedamaian di dekat Mesut Ozil menjelang tanding ketika keduanya sama-sama bermain di Real Madrid. Dalam banyak kesempatan, kamera TV maupun kamera foto sering menyorotnya saat ia sedang berdoa di tengah lapangan menjelang peluit kick-off. Kisah hidup Mesut Ozil ini pun membuat rekan-rekannya yang berbeda agama pun sangat nyaman berada di dekatnya.

Selama laga, Mesut Ozil juga menjaga adab-adab utama dalam Islam. Dia tak melakukan penipuan di lapangan. Dia mengatakan tak suka melakukan diving demi memberi keuntungan bagi timnya dan itu merugikan tim lawan. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

Utamakan Kejujuran, Tak Mau Diving

Umumnya, para pemain sepak bola kerap melakukan diving atau pura-pura jatuh agar mendapat hadiah tendangan penalti atau agar pemain lawan mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. “Saya selalu  bermain dengan sikap kejujuran. Saya tak bisa pura-pura jatuh untuk memgambil keuntungan dari situ. Saya tak bisa melakukan itu,” tegasnya.

Sebuah sikap yang sangat pantas dicontoh siapapun. Inilah kisah hidup Mesut Ozil yang harus kita teladani. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

Menghormati Makanan Sebagai Anugerah Tuhan

 

Selain kejujuran, Mesut Ozil juga sangat memegang teguh etika umum di atas lapangan. Suatu kali ia bermain berseragam Arsenal dalam ajang Europa League 2018. Ketika Arsenal menghadapi Atletico Madrid. Saat hendak melakukan tendangan penjuru, ia mendapat lemparan potongan roti ke arahnya.

Lalu kamera merekam bagaimana Mesut Ozil memungutnya, lalu mencium roti itu, kemudian menempelkannya ke dahinya dan meminggirkannya agar tak terinjak. Bagi keyakinan muslim Turki, menghormati makanan bagian bentuk syukur kepada Allah. Tiap muslim yang baik diajari bagaimana mensyukuri anugerah Tuhan dan tidak menyia-nyiakan makanan dari Allah. Inilah kisah hidup Mesut Ozil yang menyadari betapa makanan itu sangat berharga meskipun hanya potongan roti. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

Menghargai Roti yang Lempar Suporter

Gerakan Ozil ini sebagai wujud bahwa ia menghargai makanan yang tersaji dan tidak menelantarkannya begitu saja. Dalam Islam, membuang makanan disebut dengan mubazir dan ini perbuatan syetan yang layak dijauhi siapapun, apapun agamanya dan asal-usulnya.

Karena masih banyak saudara-saudara kita yang kekurangan makanan dan menderita kelaparan. Sikap Mesut Ozil ini kemudian kemudian mendapat applause seisi stadion.

Tak hanya itu, video dan foto yang mengabadikan Mesut Ozil ini kemudian viral mendapat respek dari berbagai penjuru dunia. Tak hanya warganet muslim, yang non-muslim di berbagai negara pun memuji sikap Mesut Ozil ini. Inilah kisah hidup Mesut Ozil yang punya hati yang lembut meskipun terhadap hal-hal yang dianggap sepele sekalipun. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

mesut ozil mencium roti
foto: muslimobsession.com

Gemar Berdonasi & Tak  Suka Pamer

Di luar lapangan pun Mesut Ozil sangat dicintai karena sikapnya yang ramah dan dermawan. Setelah Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 di Brazil, ia menyumbang bonusnya sebesar 240.000 poundsterling atau setara dengan Rp 4,56 miliar (kurs 1 poundsterling = Rp 19.000).

Bersama tunangannya, sumbangan itu ia serahkan ke 23 pasien anak di Brazil sebagai bentuk ucapan terima kasih atas sambutan ramah masyarakat Brazil selama pagelaran Piala Dunia 2014. Begitu yang dilaporkan BBC Sport.

Walaupun begitu, Mesut Ozil sebenarnya tidak suka kegiatan amalnya itu diekspos besar-besaran media massa. “Saya tidak mau melakukan itu untuk memamerkan diri. Saya dibesarkan dari keluarga yang tidak suka memamerkan amal sedekah. Itulah yang disebut dengan rendah hati,” tukasnya. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam itu.

Pada Mei 2016, Mesut Ozil diberitakan secara luas melakukan kunjungan ke penampungan Pengungsi Suriah di Zaatari, Yordania. Di sana terdapat 80.000 orang akibat perang sipil di Suriah. Ia bermain dengan anak-anak dan membagikan banyak jersey sepak bola.

Setelah menikah 2019, ia juga membayarkan biaya operasi bagi 1.000 anak sebagai bentuk perayaan pernikahannya. Inilah kisah hidup Mesut Ozil yang kuat keinginannya untuk membagikan kebahagiaan kepada para dhuafa dan tidak egois dengan kekayaannya sendiri.

Peduli Saudara yang Dizalimi

Tak hanya dermawan, Mesut Ozil juga punya empati terhadap penindasan Muslim Uigur di Cina. Mesut Ozil menulis puisi di akun media sosialnya yang mengutuk diskriminasi pemeritah Cina terhadap Muslim Uigur. Ia juga mengkritik negara-negara muslim yang tak berani menegur Cina atas kamp-kamp buatan pemeritah negeri tirai bambu itu yang dianggap banyak melanggar HAM.

Sikap Mesut Ozil ini membuat berang pemerintah Cina. Mereka memblokir siaran laga Arsenal di negeri Panda itu. Pihak Arsenal pun kemudian menetralisir hal ini bahwa itu bukan sikap resmi klub.

Inilah sekilas kisah hidup Mesut Ozil yang sangat layak dicontoh oleh muslim maupun selain muslim. Bahwa hidup harus punya rasa empati dan kasih sayang. Inilah kisah hidup Mesut Ozil, pemain yang taat Agama Islam.

One thought on “Kisah Hidup Mesut Ozil | Pemain Taat Agama Islam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *