kisah ghulam ashabul ukhdud

Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud cukup panjang penuturan di hadits. Nabi Muhammad saw menceritakan kisah inspiratif tentang ghulam/pemuda belia yang punya ilmu yang hebat.

Pada zaman dahulu, ada seorang ahli sihir kepercayaan sang raja. Tukang sihir ini merupakan orang kepercayaan raja. Apapun saran dan masukannya, akan menjadi titah raja.

Sedangkan raja ini merupakan raja yang kejam dan enggan mengimani Tuhan yang Mahaesa. Bahkan dia mendewakan dirinya agar rakyat menyembah dan tunduk padanya.

Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud, Pemuda Gemar Belajar

Suatu kali, sang paranormal alias si ahli sihir berkata kepada raja. “Paduka raja, aku ini sudah tua. Mungkin tak lama lagi aku akan mati. Pilihkan bagi aku, seorang ghulam (seorang pemuda) pandai yang bisa aku warisi ilmu sihirku ini. Akan aku ajarkan padanya.”

Kemudian raja memerintahkan para pembantunya untuk menyeleksi para pemuda pintar. Setelah ketemu yang paling cerdas, maka Ghulam dipertemukan dengan si ahli sihir. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini pun bermula.  

Sejak saat itu, Ghulam berguru kepada si ahli sihir setiap hari. Ghulam pun tiap pagi berjalan dari rumahnya ke tempat ahli sihir itu.

Jalur perjalanan Ghulam ini ternyata melintasi tempat seorang ahli agama (rahib). Tanpa sengaja, Ghulam mendengarkan nasihat-nasihat rahib itu dalam sebuah pengajaran agama.

Gurunya Komitmen Kuat dengan Ajaran Asli Nabi Isa

Banyak pakar sejarah Islam menyimpulkan rahib ini penganut ajaran Nabi Isa yang sesungguhnya. Rahib itu beriman kepada Allah Swt dan mengajarkan agama tauhid (mengesakan Allah). Ia tidak mempersekutukan Tuhan. Bahwa Allah yang esa, tiada sekutu dan tiada pula beranak atau diperanakkan.

Lama-kelamaan Ghulam menyukai ajaran sang rahib. Dia pun sering duduk dan mengikuti ajaran sang rahib. Dia pun beriman dan mengamalkan ajaran sang rahib secara sungguh-sungguh.

Keimanan rakyat pun diuji di sini. Apakah hanya iman di lisan saja atukah telah menghunjam di dalam hati lalu siap menerima risiko berat.

Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini terdapat ajaran rahib yang mengamalkan ajaran tauhid. Sejak itu, Ghulam sering datang terlambat ke tempat ahli sihir. Ghulam pun sering mendapat pukulan sebagai hukuman.

Saking seringnya terlambat, Ghulam mengadukan perlakuan ahli sihir itu ke sang rahib. Lalu rahib itu memberi masukan, “Katakan pada ahli sihir itu bahwa keluargamu menahanmu jika kau khawatir dihukum lagi.”

Sang rahib sejatinya juga tidak menyukai ajaran sesat si ahli sihir. Namun, apalah daya. Ahli sihir itu kepercayaan raja. Pasti akan dibela raja beserta bala tentaranya.

Jika Nabi Mendapat Mukjizat, Orang Sholeh Dapat Karamah

Rahib itu tak punya kuasa untuk melarang atau mencegah rutinitas Ghulam ini. Rahib hanya memberi tips agar Ghulam tidak terus-menerus dipukul tukang sihir.

Hal ini berjalan selama sekian lama. Hingga suatu saat, ada hewan buas yang menghalangi jalan. Banyak warga takut. Penduduk desa itu pun heboh. Jalan satu-satunya itu dihalangi seekor binatang buas.

Ghulam pun penasaran dengan keadaan itu. Lantas ia menuju jalan itu. Lalu Ghulam berkata sendiri, “Hari ini aku akan membuktikan ilmu siapa yang lebih baik: rahib atau tukang sihir?”

Terus, kemudian Ghulam mengambil beberapa batu untuk melempar ke kepala hewan itu. Sebelum melontarkannya, ia berdoa, “Ya Allah, jika ajaran rahib itu lebih Engkau cintai daripada ahli sihir itu, maka bunuhlah hewan ini. Agar orang-orang desa kembali aman melalui jalan ini.”

Ghulam Mendapat Karamah Dari Allah

Atas izin Allah, lemparan batu itu mengenai hewan itu dan seketika mati. Lalu Ghulam menceritakan hal ini kepada sang rahib. Kemudian rahib berkata, “Wahai anakku, saat ini engkau lebih mulia daripada aku. Derajatmu lebih baik daripada aku. Nanti pada waktunya engkau akan mendapat cobaan berat, maka janganlah engkau menyebutkan namaku.”   

Orang-orang kampung kemudian mengelu-elukan Ghulam. Banyak orang meminta bantuannya. Ada yang sakit, ada yang buta, ada menderita penyakit kulit, dan banyak lagi.

Atas izin Allah, Ghulam membantu kesembuhan orang-orang itu. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini pun mendapat sambutan luas dari rakyat saat itu.

Maka, kabar ini terdengar salah satu kerabat raja yang mengalami kebutaan. Lalu dia mendatangi Ghulam dan membawa banyak hadiah. Ia berkata, “Semua hadiah ini untukmu jika kau bisa menyembuhkan mataku ini.”

Lalu Ghulam berkata, “Aku tak dapat menyembuhkanmu. Yang mampu menyembuhkan hanyalah Allah. Jika engkau mau beriman kepada Allah, aku akan berdoa kepada Allah supaya engkau bisa disembuhkan.”

Kehebatan Ghulam Dijadikan Bekal Dakwah

Kerabat raja tadi pun beriman kepada Allah. Dan Ghulam pun berdoa dengan penuh ketulusan. Tak lama kemudian, kerabat raja tadi pun sembuh seizin Allah.

Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini mengajarkan bahwa kesembuhan itu wewenang Allah, bukan dokter/tabib atau obat. Tetap berobat tapi permohonannya kepada Allah semata.

lantas, kabar ini terdengar oleh raja dan ia bertanya kepada kerabatnya itu. “Siapa yang menyembuhkan penglihatanmu?” Kerabat itu menjawab, “Rabb-ku (Tuhanku).”

Sang raja ini punya kekuasaan yang besar sehingga dia sangat sombong. Seperti halnya Firaun, raja ini selalu dihormati dan disanjung sehingga mengaku dirinya sebagai rabb (tuhan) yang bisa bertindak semena-mena kepada siapa saja.

Keimanan Akan Mendapat Ujian

Karena itu, raja sangat marah ketika kerabatnya tadi beriman kepada Allah rabbal alamin sebagai penguasa alam semesta. Yang berhak disembah dan telah memberinya kesembuhan. Sang raja pun geram sambil bertanya, “Adakah rabb lain selain aku?”  

Kerabat itu menjawab, “Rabb-ku dan rabb-mu adalah Allah Rabbul Alamin.” Sang raja makin marah dan kemudian memerintahkan pengawalnya untuk menyiksa si kerabat itu. Hingga kemudian kerabat itu menyebut nama Ghulam. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini pun membuat raja murka.

Lantas raja memerintahkan penangkapan Ghulam. Setelah dibawa ke istana, raja bertanya, “Wahai Ghulam, telah sampai kabar kepadaku bahwa ilmu sihirmu telah menyembuhkan  orang buta, orang sakit kulit, dan sakit ini itu.”

Lalu, Ghulam dengan jujur berkata, “Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan siapapun. Dan ini bukanlah sihir. Yang mampu menyembuhkan hanya Allah Rabbal Alamin.”

Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud, Si Zalim Mengintimidasi Orang Kesayangan

Maka, raja pun marah dan menyiksa Ghulam. Karena terus disiksa, Ghulam pun mengaku mendapat ilmu dari rahib. Akibatnya rahib itu pun ditangkap.

Raja pun mengintimidasi rahib agar keluar dari agamanya itu dan mengakui raja sebagai sesembahan. Sang rahib menolak. Maka raja mendatangkan gergaji besar dan memotong kepalanya dari atas hingga ke bawah.

Dan sang rahib pun menemui ajalnya. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini terdapat kisah tentang kebenaran dan kezaliman serta kesabaran dan permusuhan kaum durjana.     

Hal sama dilakukan kepada kerabat raja. Karena menolak murtad, sang raja menyiksa kerabatnya itu hingga terbunuh. Lantas raja memerintahkan tentaranya agar membuang Ghulam di sebuah gunung.

Raja berkata, “Bawalah pemuda ini ke atas gunung. Jika dia mau keluar dari agamanya, maka lepaskanlah dia. Jika dia menolak, maka lemparkan dia dari atas gunung ke dalam jurang yang dalam.”

Allah Beri Keistimewaan Bagi Ghulam, Apa itu?

Sesampainya di atas gunung, Ghulam berdoa, “Ya Allah, dengan izinmu, bebaskanlah aku dari tindakan mereka ini.” Tak disangka, gunung itu bergemuruh dan tentara kerajaan pun berjatuhan hingga mati dan selamatlah Ghulam.

Raja bertanya, “Apa yang terjadi?” Ghulam pun menjawab, “Allah telah  mencukupi aku terhadap perbuatan tentaramu.” Kemudian raja kembali menangkap Ghulam.

Kali ini raja menyuruh pengawalnya agar membawa Ghulam ke lautan dan menenggelamkannya. Ketika sudah sampai di sebuah kapal, para tentara itu hendak melemparkannya, maka Ghulam berdoa lagi.

“Ya Allah, bebaskanlah aku dari perbuatan buruk mereka ini.” Tak lama kemudian, kapal itu oleng dan para tentara itu berjatuhan. Tinggallah Ghulam sendirian.

Raja bertanya, “Apa yang terjadi?” Ghulam pun menjawab bahwa Allah telah menolongnya. Raja pun kembali menawan Ghulam dengan perasaan kesal. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini membuat raja bingung dan marah,

Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud, Satu Syarat Untuk Raja

Lantas Ghulam berkata, “Engkau tak akan bisa membunuhku kecuali dengan satu syarat.”

“Apa itu?”   

“Kumpulkan rakyat semuanya di sebuah tempat. Lalu saliblah aku di sebuah tiang. Lalu panahlah aku sambil berkata bismillah rabbil ghulam ‘Dengan menyebut asma Allah, Rabb pemuda ini.’ Engkau pasti akan bisa membunuhku.”

Sang raja pun tidak berpikir panjang. Ia jengkel karena selama ini rencananya selalu gagal. Kali ini raja tak mau gagal lagi. Yang dipikirkan hanya bagaimana membunuh Ghulam. Raja tidak berpikir bagaimana dampak dari dari syarat Ghulam ini.

Raja Pun Tak Menyadari Kecerdasan Ghulam

Maka hari itu seluruh penduduk hadir menyaksikan eksekusi Ghulam. Setelah semuanya siap, sang raja mengarahkan anak panah lalu berseru bismillah rabbil ghulam.  

Dan Ghulam pun terbunuh di hadapan seluruh penduduk negeri. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini disaksikan banyak orang seluruh penduduk kerajaan.

Karena rasa takjub sekaligus iba, orang-orang yang menyaksikan itu spontan mengikuti ucapan raja. Mereka ramai-ramai mengucapkan bimillah rabbil ghulam. Mereka serempak berkata, “Kami beriman kepada Rabb pemuda ini.”

Mereka makin yakin bahwa kekuatan Ghulam selama ini adalah atas kehendak Allah, rabbbul alamin. Apalagi sang raja pun tanpa disadari telah mengucapkan kalimat keimanan.

Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud, Ujian Berat Umat Terdahulu

Lalu salah satu penasihat raja berbisik kepada raja. “Apa yang selama ini kau khawatirkan telah terjadi. Semua orang telah beriman kepada Tuhan si Ghulam.” Sang raja kaget sekaligus emosi.

Lantas para penduduk itu digiring ke dekat parit yang kering. Parit itu sangat panjang dan lebar. Raja perintahkan untuk membuat api yang besar di sepanjang parit. Api pun menyala-nyala.

Raja membuat pengumuman, “Siapa yang tidak mau murtad dari agama si Ghulam lalu kembali menyembah raja, maka akan dilemparkan ke parit.”

Pengajaran Kisah Ashabul Ukhdud

Keimanan rakyat pun diuji di sini. Apakah hanya iman di lisan saja atukah telah menghunjam di dalam hati lalu siap menerima risiko berat.

Dan ternyata banyak yang tetap kokoh pada keimanan agama Ghulam. Meski risikonya harus mati demi mempertahankan keimanan.

Tak pelak, yang menolak murtad pun dilemparkan ke parit api itu dan terbunuh. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini mengajak kita untuk teguh di jalan kebenaran dan keimanan yang hakiki.

Sekian banyak orang dibantai. Lalu ada seorang ibu yang masih menggendong bayi. Ibu itu sempat ragu-ragu.

Ibu itu khawatir akan keselamatan bayinya. Tak disangka, sang bayi bisa bicara, “Wahai ibu, bersabarlah (tetaplah tabah) karena engkau berada di jalan kebenaran.”

Nabi Baca Taawudz Saat Dengar Kisah ini

Semua orang yang kukuh dalam keimanan dan menolak murtad, pasti dilemparkan ke parit api. Tak ada yang selamat. Semua gugur di jalan Allah.

Karena itulah kisah ini dinamakan di Alquran dan hadits nabi sebagai ashabul ukhdud (orang-orang pembuat parit). Konon peristiwa ini terjadi satu abad atau setengah abad sebelum kelahiran Nabi Muhammad.

Setiap kali sahabat Nabi mengulang-ulang kisah ini, Nabi Muhammad selalu membaca taawudz: a’dzu billahi minas syaitonir rojiim. Karena kisah ini sangat mengerikan dan kita mohon kepada Allah untuk terhindar dari peristiwa tak berperikemanusiaan ini.

Nama Raja Ashabul Ukhdud

Menurut riwayat terpercaya, kisah mengerikan ini terjadi di wilayah yang kini masuk negara Yaman. Atau perbatasan antara Yaman dan Arab Saudi saat ini. Konon raja itu bernama Dzu Nuwas dari Najran, Yaman.  

Kisah ini sangat masyhur di antara bangsa Arab sebelum masa kenabian. Kisah Ghulam Ashabul Ukhdud ini sangat masyhur di kalangan bangsa Arab sejak dahulu kala.

Ketika Nabi Muhammad membawa misi Islam, Allah mewahyukan di surat Al Buruj (surat ke-85) ayat 1 hingga 10. Silakan baca surat Al Buruj dan terjemahannya serta tafsirnya. Semoga menjadi motivasi bagi kaum beriman.  

Foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *