kisah firaun sebelum menjadi raja

Kisah Firaun sebelum menjadi raja ada beberapa versi. Yang sering menjadi pertanyaan adalah Firaun manakah yang mengejar Musa dan Harun lalu tenggelam di Laut Merah? Karena Firaun adalah sebutan bagi raja di Mesir Kuno. Siapapun yang menjadi raja, maka disebut Firaun.

Ada sangat banyak raja atau Firaun di masa Mesir Kuno yang hilir Sungai Nil Mesir ini. Rekam jejak Kerajaan Mesir Kuno sangatlah panjang. Daftar firaun Mesir Kuno bisa dibaca di sini.

Total lama periode Mesir Kuno ini mencapai tiga ribu tahun lamanya. Lalu Firaun manakah yang tenggelam di Laut Merah saat mengejar Nabi Musa dan Bani Israel?

Menurut catatan sejarah, peradaban Mesir Kuno bermula sejak 3150 SM. Dan para penguasa asli Mesir benar-benar habis ketika Mesir dikuasai Romawi pada 31 SM.

Kisah Firaun Zaman Musa Dari Ratusan Raja Mesir

Jadi ada ratusan Firaun (bahkan bisa lebih banyak), sejak 3150 SM hingga 31 SM. Setelah 31 SM, kemudian wilayah Mesir Kuno di bawah kekuasaan kekaisaran Romawi, bukan lagi di bawah para Firaun.

Penguasa atau Firaun Mesir kuno dibagi menjadi 9 periode panjang. Yaitu
Periode Pradinasti,
Periode Awal,
Periode Kerajaan Lama,
Periode Menengah Pertama Mesir,
Periode Kerajaan Pertengahan,
Periode Menengah Kedua & Hykos,
Periode Kerajaan Baru,
Periode Menengah Ketiga,
dan Periode Akhir.

Kisah Firaun Sebelum Menjadi Raja, Ada 2 Versi Zaman Musa

Total lama periode Mesir Kuno ini mencapai tiga ribu tahun lamanya. Lalu Firaun manakah yang tenggelam di Laut Merah saat mengejar Nabi Musa dan Bani Israel? Ada beberapa versi tentang kisah Firaun sebelum jadi raja.

Versi pertama adalah Ramses II. Nama aslinya Ozymandias. Kisah Firaun sebelum menjadi raja bernama lahir Ozymandias. Firaun Ramses II ini raja ketiga dari Dinasti ke-19 di periode Kerajaan Baru. Firaun Ramses II naik takhta pada 1279 SM.

Firaun Ramses II banyak membangun kuil, mendirikan patung-patung dan obelisk, serta dikaruniai anak yang banyak daripada firaun-firaun lain dalam sejarah. Firaun ini menjadikan Bani Israil sebagai budak dan menjadikan mereka pekerja paksa membangun kuil, patung, piramida, dan bangunan yang megah.

Kisah Firaun yang Zalim

Menurut catatan, anaknya mencapai 13 atau 14. Salah satunya Merneptah yang kemudian meneruskan kekuasaannya. Di masa Firaun Ramses II, kekaisaran Mesir dianggap mencapai kejayaan dan paling luas wilayahnya. Kisah Firaun sebelum menjadi raja ini nama lahirnya Ozymandias.  

Firaun Ramses II atau Ramesses II dianggap Firaun paling hebat, paling zalim, paling kejam dan paling kuat militernya. Sebagai pemimpin militer yang berani, Ramses II memimpin ekspansi militer ke Nubia (kini Sudan), Libya, Yerusalem, Lebanon, dan Suriah untuk memperluas kekuasaannya.  

Kisah Firaun sebelum menjadi raja bermula pada 1303 SM. Itulah catatan sejarah tahun kelahiran Ramses II. Ayahnya adalah Firaun Seti I dan ibunya bernama Tuya.  

Silsilah Raja Firaun

Sehingga Ramses II menjadi Firaun ketiga di Dinasti ke-19 pada Peroide Kerajaan Baru. Masa kekuasaannya antara 1279 hingga 1213 SM. Jadi silsilah raja Firaun Dinasti ke-19 adalah: Ramses I, Seti I dan Ramses II.

Ramses II memiliki 7 istri dan 13 anak. Istrinya yaitu Nefertari, Isetnofret, Maathorneferure, Meritamen, Bintanath, Nebettawy, dan Henutmire. Salah satu istrinya ini diduga bernama Asiyah yang sosoknya diceritakan di Alquran di surat Al Qashash dan dipuji Allah dalam Alquran di surat At Tahrim.  

Karena kehebatannya dan kebesaran kerajaannya, firaun ini dijuluki Ramses yang Agung. Karena itu pula, kemudian Alquran mencatatkan bahwa Firaun adalah raja yang sombong . Dia tidak hanya mengklaim sebagai raja yang agung, bahkan Firaun mengaku sebagai tuhan yang agung.

“Maka dia memanggil (pembesar-pembesarnya) lalu memanggil kaumnya seraya bekata, ‘Akulah tuhamu yang paling agung’” (QS. An Naziat 23-24).

Inilah versi pertama dari kisah Firaun di zaman Nabi Musa. Dalam sebutan Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Firaun musuh Musa ini disebut Firaun Eksodus (Keluaran). Karena, Firaun Ramses II inilah yang mengejar Bani Israil yang keluar dari Mesir menuju Canaan (kini Yerusalem).

Kisah Firaun Sebelum Jadi Raja, Versi 2

Namun sejumlah pakar membantah versi ini. Kisah Firaun sebelum menjadi raja pada zaman Nabi Musa adalah Merneptah, putra ke-13 Ramses II. Merneptah diduga kuat sebagai Firaun Eksodus. Inilah versi kedua dari kisah Firaun sebelum menjadi raja dalam catatan para pakar sejarah.

Setelah meneliti mumi Ramses II, para ahli menemukan kesimpulan bahwa Ramses II memiliki sakit radang sendi yang menyebabkan jalannya membungkuk di akhir-akhir hayatnya. Dan diduga kuat kematiannya karena infeksi di bagian mulut, bukan karena tenggelam di lautan seperti yang diungkapkan Alquran.

Maurice Bucaille, ahli bedah dari Perancis yang meneliti mumi Firaun, menyimpulkan Firaun Merneptah adalah Firaun eksodus. Pada 1975, Maurice Bucaille dan timnya melakukan pemeriksaan radiografik, memeriksa toraks (rongga dada), perut dan bagian tubuh vital lainnya.

Sisa Garam Pada Mumi Firaun

Sisa-sisa garam pada mumi Merneptah memperkuat dugaan mumi tersebut pernah tenggelam di laut kemudian jasadnya diangkat dan diawetkan. Sejumlah pakar meyakini Merneptah adalah Firaun zaman Nabi Musa. Kisah Musa mengajak Firaun beriman kepada Allah Swt bisa dibaca di sini.

Kisah Firaun sebelum menjadi raja adalah Merneptah, anak bungsu Ramses II. Ia naik takhta diperkirakan pada 1213 SM. Kisah Firaun sebelum menjadi raja ini menunjukkan Merneptah adalah anak paling akhir Firaun Ramses II.

Gelar kekaisarannya adalah Ba En Mery Net Jeru, artinya Roh Sang Ra, kesayangan para dewa. Nama Merneptah artinya kesayangan Dewa Ptah, dewanya arsitek dan para pembangun kuil dan piramida pada kepercayaan Mesir Kuno.  

Nama Firaun Yang Tenggelam Di Laut  

Merneptah adalah anak ke-13 Firaun Ramses II. Ia meneruskan takhta kerajaan karena saudara-saudara lakinya telah meninggal dunia semuanya. Hanya Merneptah yang hidup sampai dewasa. Kisah Firaun sebelum menjadi raja Mesir ini merupakan hasil perkiraan para pakar sejarah Mesir.   

Ibu Merneptah bernama Isetnofret I. Sedangkan istrinya yaitu Isetrofret II dan Takhat. Dalam keterangan hadits Nabi Muhammad, salah satu istri Firaun Eksodus bernama Asiyah.

Dan Asiyah inilah yang di dalam Alquran menemukan bayi Musa yang berada di keranjang yang hanyut di sungai. Lalu Asiyah memungut bayi Musa dan menjadikannya anak angkat di istana Firaun.    

Ketika Musa lahir, sang ibu sangat cemas. Karena Firaun telah memerintahkan setiap bayi Bani Israil laki-laki yang lahir harus dibunuh. Ini merupakan nasihat paranormal dan tukang ramal Firaun.

Mereka mengatakan bahwa Firaun akan dikalahkan oleh seorang pria Bani Israil. Menurut catatan ahli, Firaun Merneptah mangkat pada 1203.

Maurice Bucaille pakar bedah yang meneliti mumi Mesir, menduga kuat Firaun Merneptah inilah yang mati tenggelam di Laut Merah ketika mengejar Musa dan Bani Israil.   

Kisah Firaun Dalam Alquran, Istrinya Baik Hati

Sejak itulah, Firaun akan membunuh setiap bayi laki Bani Israil. Namun ketika Asiyah, istri Firaun menemukan bayi Musa di keranjang yang hanyut di sungai, ia memungutnya, menyelamatkan dan meminta suaminya tidak membunuhnya.

“Dan berkatalah istri Firaun, ‘(Ia) adalah penyejuk mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, mudah-mudahkan ia bermanfaat bagi kita atau kita ambil sebagai anak,’ sedangkan mereka tiada menyadarinya” (QS. Qashash 9).
Foto utama: pixabay.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *