kisah cinta nabi ibrahim

Kisah cinta Nabi Ibrahim merupakan teladan bagi orang beriman. Nama Ibrahim dan keluarganya selalu disebut dan didoakan dalam shalat. Karena kesabaran dan perjuangan Nabi Ibrahim telah menjadi inspirasi para nabi dan orang beriman setelahnya.   

Nabi Ibrahim adalah salah satu manusia mulia yang sangat dicintai Rabb semesta alam. Ia mendapatkan pujian kehormatan langsung dari-Nya dalam Al-Quran. Mendapat julukan Bapak Para Nabi.

Kita berkirim salam padanya di setiap bacaan tahiyat akhir dalam shalat. Dalam zikir pagi petang ada doa agar kita tetap berpegang teguh pada agama Islam dan bertauhid, senantiasa meng-Esakan Allah Swt. seperti dirinya.

Kisah Cinta Nabi Ibrahim, Telaten Mendidik Istri

Nabi Ibrahim adalah sosok suami dan ayah penyayang. Pemimpin ideal bagi umat. Masya Allah.

Kisah cinta Nabi Ibrahim bersama dua orang istri yang solehah dan taat selalu jadi pengingat paling mujarab di kala bahtera pasangan suami istri sedang dilanda gelombang. Bagai penyejuk dahaga bagi yang merindukan suasana bernuansa surga.

Mereka adalah Siti Sarah dan Siti Hajar. Dua wanita yang mulia, terhormat, bermental kuat, patuh kepada Allah dan Rasul-Nya. Wanita-wanita yang patut jadi teladan bagi para muslimah sepanjang zaman.

Kisah cinta Nabi Ibrahim bersama belahan jiwanya bagaimana menjalani lika-liku kehidupan dan berbagai ujian demi menegakkan ajaran tauhid di muka bumi.

Begini Sikap Istri Terhadap Suami yang Teguh Beriman

Nabi Ibrahim menikah dengan Sarah yang merupakan menurut riwayat masih sepupu jauh. Siti Sarah berparas cantik, bahkan dikabarkan kecantikannya tidak ada yang menandingi setelah kecantikan ibunda Hawa, wanita pertama yang Allah ciptakan.

Sarah juga berakhlak baik dan gemar menyedekahkan hartanya yang melimpah pada sang suami untuk dikelola. Siti Sarah termasuk yang pertama-tama mendukung dakwah Nabi Ibrahim bersama dengan Nabi Luth, keponakan Nabi Ibrahim. Berdakwah di tengah kaum penyembah berhala sangatlah berat ujiannya.

Nabi Ibrahim dikisahkan dalam Al-Quran hanya bergantung dan memohon pertolongan langsung kepada Rabb-nya. Terbukti saat Nabi Ibrahim hendak dibakar, malaikat Jibril mendatanginya hendak menawarkan bantuan.

Nabi Ibrahim mengatakan hanya mau minta pertolongan langsung pada Allah. Karakter ini menjadi panutan paling berkesan yang ditiru oleh istri-istrinya. Yaitu selalu menggantungkan hati hanya kepada Allah semata.

Karena Sangat Cantik, Siti Sarah Pun Pernah Digoda Pria Lain

Nabi Ibrahim kemudian terusir dari kampung halamannya di Irak kemudian berhijrah ke Syam (kini Palestina dan Suriah). Sarah dengan setia dan taat selalu mendampinginya kemanapun.

Ketika Nabi Ibrahim dan keluarganya sampai di Mesir, ada seorang raja yang suka merampas istri orang. Setiap kali ada wanita cantik, ia langsung menyuruh pengawalnya membawa wanita itu kepadanya.

Tetapi jika wanita itu adalah saudari dari orang yang dia kenal, raja tak akan menyentuhnya. Kedatangan Nabi Ibrahim dan Sarah di negeri itu diberitahukan oleh pengawal kepada raja. Mendengar bahwa Sarah berparas cantik, raja menyuruh Ibrahim dan Sarah menghadap dirinya.

Nabi Ibrahim mengatakan kepada raja bahwa adalah Sarah adalah saudarinya agar Sarah selamat. Maksud Nabi Ibrahim adalah saudari seiman. Tetapi, raja sangat menginginkan Sarah. Ia memerintahkan para pelayan mendandani Sarah yang terbaik untuk tampil di hadapannya.

Wanita mulia ini sangat takut saat menghadap raja. Dia tidak mau kehormatannya dirusak oleh laki-laki zalim itu. Sebelum menghadapi raja, Sarah berdoa pada Allah, “Ya, Allah Engkau Mengetahui bahwa aku beriman pada-Mu dan rasul-Mu. Jagalah kehormatanku agar tidak dikotori oleh raja itu.” Inilah kisah cinta Nabi Ibrahim secara singkat dengan Sarah.

Ketelatenan Suami Terhadap Istri Yang Menuntut

Allah menolong Sarah. Setiap kali sang raja mendekatinya, ia merasakan lumpuh dan kesakitan. Akhirnya sang raja mengurungkan niat dan menyuruh Sarah serta Ibrahim pergi dari kota tersebut. Raja menghadiahkan budak wanita bernama Siti Hajar.

Sudah berpuluh tahun berlalu Sarah dan Nabi Ibrahim berumah tangga tapi keduanya belum memiliki keturunan. Dengan hati yang kuat dan ikhlas, Sarah menghadiahkan Hajar untuk diperistri oleh Ibrahim.

Supaya Ibrahim bisa memiliki anak. Kemudian Nabi Ibrahim menikah dengan Hajar. Wanita yang solehah dan sangat taat kepada Allah karena selama hidup bersama Ibrahim dan Sarah, ia juga mendapat pendidikan iman dan akhlak yang baik dari keduanya.

Selama tak bersama Nabi Ibrahim, Siti Hajar mendidik Nabi Ismail dengan sangat baik. Siti Hajar juga menceritakan teladan dari kebaikan sang ayah

Tak lama menikah, Hajar bisa hamil anak laki-laki. Mendengar kabar tersebut, Sarah menjadi cemburu. Bagaimanapun ia adalah seorang wanita yang manusiawi. Punya perasaan yang amat sensitif. Setelah Hajar melahirkan, Sarah meminta Ibrahim dan istri keduanya bersama sang anak bayi pergi dari rumah mereka.

Suami Bukanlah Pemberi Rezeki, Tapi Allah

Allah mengabulkan permintaan Sarah dan memerintahkan Ibrahim pergi bersama istri dan anak yang masih dalam buaian pergi jauh dari rumah Sarah.

Mereka bertiga tiba di suatu tempat yang sangat terpencil. Di padang pasir tandus tak berpenghuni. Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah kalau beliau harus meninggalkan Hajar dan anaknya Ismail di tempat ini.

Betapa terkejut dan sedih hati Hajar ketika Nabi Ibrahim hendak meninggalkannya dan Ismail sendirian. Hanya dibekali oleh sekantong kurma dan air. Yang tentu saja akan habis dalam waktu cepat di daerah gersang seperti ini.

Hajar sempat terisak dan menahan suaminya agar tidak pergi. Tetapi kemudian, satu pertanyaan dari bibirnya, “Apakah ini perintah dari Allah?” Hanya dijawab anggukan dari Ibrahim menjadikan hati Hajar langsung sekuat baja. Kisah cinta Nabi Ibrahim dan Hajar ini secara singkat bisa menjadi pelajaran penting bagi kita.

“Kalau begitu laksanakanlah perintah itu. Saya yakin kalau Allah akan menjaga dan mencukupi kami berdua (Hajar dan Ismail).” Inilah respon Hajar.

Perjuangan Itu Sementara, Tapi Kesuksesan Dikenang Terus

Inilah Siti Hajar yang bersikap tawakal pada Allah secara total. Siti Hajar berusaha mendukung suami yang mau berdakwah, rela dan ikhlas karena itu perintah mutlak dari Allah. Kisah cinta Nabi Ibrahim dan Siti Hajar menjadi teladan kaum beriman.   

Perbekalan Hajar makin habis. Keadaan padang pasir yang kering dan panas membuatnya dehidrasi. Air susu tidak keluar lagi, membuat bayinya yang kehausan menangis kencang.

Kemudian Siti Hajar berikhtiar mencari air. Bolak-balik tujuh kali antara bukit Safa dan Marwah. Tapi, air malah keluar di bawah Ismail kecil. Hajar sangat bersyukur. Maka, perjuangan Siti Hajar tidaklah lama. Namun kesulitannya itu dikenang hingga akhir zaman kelak, oleh para jamaah haji dan umroh.   

Kisah Cinta Nabi Ibrahim, Tips Bagi Ibu Mendidik Anak Saat LDR

Perjuangannya tak sia-sia. Allah memberikan karunia yang berlimpah berasal dari memancarnya sumber air paling istimewa. Air Zamzam.

Air itu keluar deras dan membuat Siti Hajar bisa mengairi tanah yang kering sehingga tumbuh tanaman-tanaman yang bisa dijadikan bahan pangan.

Sumur itu tidak pernah kering. Kisah cinta Nabi Ibrahim dan keluarganya ini mengandung banyak hikmah.  

Selama tak bersama Nabi Ibrahim, Siti Hajar mendidik Nabi Ismail dengan sangat baik. Siti Hajar juga menceritakan teladan dari kebaikan sang ayah sehingga anaknya sangat menghormati Nabi Ibrahim meski tak mendampingi sejak kecil.

Bekal Terbaik Dari Ibu Untuk Anak Saat Jauh Dari Ayahnya

Inilah sikap dari seorang ibu yang patut dicontoh para ibu di setiap zaman. Mendidik putra-putri sesuai dengan syariat Islam serta membaguskan cerita tentang ayah anak-anak tersebut. Sehingga sang anak tetap mempunyai rasa kasih sayang pada ayahnya meski sedang berjauhan. Jauh karena tugas kerja atau pun mencari nafkah.  

Saat Ibrahim dan Ismail bertemu, mereka sangat bahagia karena bisa berkumpul kembali. Tapi, Allah menguji lagi. Dengan perintah menyembelih Nabi Ismail.

Meski berat hati, Nabi Ibrahim taat melaksanakannya. Ismail pun ikhlas dan sabar menjalani setelah dimintai pendapat tentang mimpi sang ayah. Kisah cinta Nabi Ibrahim dan keluarganya ini adalah teladan sepanjang zaman.

“Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya…” (QS. Al Mumtahanah 4).   

Anak dan Harta Itu Milik-Nya, Bisa Diambil Kapanpun

Keduanya taat kepada Allah. Ada pepatah mengatakan hikmah dari kisah penyembelihan Nabi Ismail adalah Allah bermaksud menyembelih ‘rasa memiliki’ pada diri Nabi Ibrahim terhadap anaknya. Mengingatkan kita semua bahwa hal yang paling kita cintai pun bukanlah 100 persen langsung jadi milik kita.

Semuanya tetap milik Allah. Apa yang diberikan-Nya untuk kita adalah cuma titipan yang sewaktu-waktu akan diambil lagi dan dipertanggungjawabkan kelak di hari perhitungan amal.

Semoga kisah-kisah rumah tangga Nabi Ibrahim tersebut bisa menjadi contoh yang kita aplikasikan di kehidupan sehari-hari. Membangun keluarga yang kompak atau bersama-sama taat pada Allah.

Kisah cinta Nabi Ibrahim dan Siti Hajar bersama Ismail ini kemudian menjadi syariat Islam, yaitu haji/umrah dan qurban. Baca juga kisah Nabi Musa menemukan jodohnya yang sangat berkesan.  

Nabi Ibrahim mengajak keluarganya berpegang teguh pada agama. Minta pertolongan dan bergantung hanya pada-Nya di samping juga berikhtiar.

Sumber Referensi:

Zahwah Abida, Rumah Tangga Nabi Ibrahim: Cinta Segitiga nan Suci Lagi Mulia Bagian 1, 2017.

Zahwah Abida, Rumah Tangga Nabi Ibrahim: Cinta Segitiga nan Suci Lagi Mulia Bagian 2, 2017.

Ratna Ajeng Tedjomukti, Kisah Cinta Ibrahim dan Sarah, 2018.

Foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *