kisah anak punk hijrah

Kisah anak punk hijrah menjadi fenomena belakangan ini. Anak muda yang sebelumnya identik dengan dunia hitam lalu menempuh jalan hijrah. Dari dunia gelap menuju dunia yang terang penuh cahaya Tuhan.

Masa remaja memang diidentikkan dengan masa pemberontakan. Mereka menentang kemapanan. Mereka mengekspresikan gejolak mudanya dengan banyak cara. Salah satunya dengan masuk dunia punk.

Punk sejatinya salah satu aliran di dalam musik rock. Ciri musik lebih menghentak dan syair lagunya lebih pada protes sosial dan antikemapanan.

Kisah Anak Punk Hijrah, Dulu Akrab Dunia Hitam

Lalu hal ini berkembang. Tidak hanya soal musik, Punk menjadi sebuah identitas dan gaya hidup. Para musisi dan penggemarnya pun punya ciri tertentu. Baik penampilan maupun bahasa yang digunakan.

Dan dunia punk pun digandrungi anak-anak pelarian. Ada anak muda yang memang tidak terurus. Entah karena broken home, entah karena kesulitan ekonomi, atau pun memang anak-anak muda yang terseret pergaulan bebas. Kisah anak punk hijrah bisa Anda baca di sini.  

Dunia punk identik dengan dunia gelap. Di sana lazim minuman keras, narkoba dan pergaulan bebas. Banyak juga anak punk yang menjadi anak jalanan. Kegiatannya hanya mengamen dan berpindah dari satu kota ke kota lain.

Mereka tak punya kehidupan. Kerjaannya hanya mengamen, nonton band punk manggung dan berkelana tanpa tujuan. Tidak sekolah, tidak sholat, tidak kuliah, tidak mengaji, dan tidak bekerja. Mau jadi apa nantinya kalau para pemuda negeri ini banyak yang begini

Miris, Ini Kebiasaan Anak Punk

Kisah anak punk hijrah belakangan ini banyak kita dengar. Ada beberapa anak punk mau sadar. Mereka kini lebih tertib. Mau sholat dan mau ikut perkumpulan punk muslim. Atau ikut komunitas anak hijrah.

Salah satunya namanya Rizal. Pemuda kelahiran 1990 asal Surabaya ini dulunya penggemar berat aliran punk. Sejak SMK, Rizal sering hang out di acara pentas band punk di Surabaya dan sekitarnya.

Dnia ingar bingar sudah menjadi aktivitasnya bersama kawan-kawannya. Lalu ada kebiasaan buruk yang dijalani kaum punk ini.

Rizal mengaku sering mengomsumsi minuman keras. Tak hanya itu, dia dan kawan-kawannya tak jarang mencicipi narkoba jenis pil koplo.

Hatinya Merasa Hampa

Setelah lulus SMK, Rizal berpikir lebih praktis. Dia bekerja di perusahaan rokok sebegai tim marketing di Jabodebatek. Kantornya di Bekasi.

Sudah lazim jika pemasaran produk rokok diarahkan ke dunia hiburan.  Dengan SPG yang berbaju mini dan sexi, Rizal dan timnya sering promo di diskotik, konser musik maupun dunia entertainment lainnya.

Lambat laun, hati nurani Rizal seakan berontak. Dia merasa ada yang kosong dalam hatinya. Lantas Rizal pulang ke Surabaya. Kemudian dia bekerja di café.

Syukurnya, Café itu tergolong sehat. Di dalamnya tidak menjual minuman keras. Jadi, Rizal agak jauh dari barang haram itu. Kisah anak punk hijrah bernama Rizal ini pun bermula sejak itu.

Dan Rizal masih gandrung dunia punk. Dia masih suka hang out di pentas band punk, baik dalam kota maupun luar kota.

Inilah Sebab Mereka Mau Hijrah

Suatu saat, Rizal berkenalan dengan pengurus komunitas punk muslim Surabaya. Ternyata ada penggiat punk di Surabaya yang sudah hijrah. Lalu dia membentuk komunitas punk dengan lebih tertib dan lebih relijius. Sejak itulah Rizal hijrah ke jalan yang lebih terang.

Mereka masih sering hang out dan main musik punk bareng. Namun komunitas ini enggan minum miras maupun narkoba. Mereka juga tertib sholat lima waktu.

Kang Aik, sang pelopor sesekali mengundang ustadz muda untuk memberi motivasi anak-anak muda ini. Gaya pengajiannnya pun berbeda. Kadang tempatnya di studio musik, kadang di café, kadang disisipkan di acara panggung band.

Rizal yang sebelumnya merasa kosong hatinya, seakan menemukan oase di tengah gurun. Sejak itu, Rizal lebih tertib sholat. Lebih sering ikut kajian anak muda. Dan sudah meninggalkan rokok, minuman keras dan juga menjauhi narkoba. Kisah anak punk hijrah ini sangat inspiratif.

Tak Mau Lagi Main Perempuan

Bahkan, hebatnya lagi Rizal bersedia diajak forum taaruf untuk menjemput jodohnya. Dia tak mau lagi main cewek. Tak mau lagi pacaran.  

Ada pengurus fotum taaruf yang bertanya padanya sebelum menjalani proses taaruf. “Apakah dulu pernah punya pacar? Mengapa tidak berlanjut ke pernikahan?”

Rizal menjawab kalau sekadar having fun sih sudah sering seperti itu. “Saat ini aku gak mau main-main.  Gak mau having fun aja. Aku mau serius. Aku ingin nantinya anak-anakku jadi lebih baik. Makanya harapanku ikut taaruf ini, bisa bertemu sosok yang mau sama-sama hijrah bareng. Mau sungguh-sungguh. Walaupun aku belum sempurna, aku punya semangat untuk hijrah jadi yang lebih baik. Dan aku berharap calon istriku nantinya memahami tekadku ini.”

Dan Alhamdulillah, Nur, gadis manis kelahiran 1993 bersedia bertaruf dengan Rizal. Nur dulunya aktivis dakwah kampus. Setelah lulus kuliah, Nur bekerja di LSM Islam di Surabaya.

Mulia Sekali, Ini Aktivitasnya Setelah Hijrah

Keduanya dipertemukan dalam forum taaruf. Dan sama-sama bersedia untuk ke jenjang pernikahan. Dan Januari 2017 lalu keduanya menikah.

Kini Rizal punya usaha garmen dan kaos untuk kaum muda. Juga melayani konveksi bagi perusahaan dan perkantoran. Rizal aktif membina kaum punk yunior yang masih belajar hijrah.

Saat tulisan ini dibuat, pasangan ini sudah dikaruniai dua putra. Kisah anak punk hijrah ini kemudian menikah dengan cara taaruf dengan gadis aktivis masjid kampus. Kisah taarufnya bisa dibaca di sini.

Anak Punk Hobi Bikin Gambar yang Sangar dan Sadis

Selain Rizal, ada pula Yayan. Pemuda yang seusia dengan Rizal ini dulunya punk. Dia lebih gandrung dengan gambar, graffiti, mural dan desain tengan punk dan death metal.

Hobi Yayan adalah illustrator dan seni punk. Dulunya Yayan sering membuat desain dan gambar tentang horror, pembantaian, kritik sosial, sadis, peperangan, senjata, dan kengerian lainnya.

Yayan menggambar untuk beragam media. Yang sering yang kaos, jaket, stiker, topi dan bendera untuk anak punk dan anak metal. Yayan juga kadang membuat komik bergambar dengan cerita dunia punk dan metal.  

Lama-lama Muak

Tidak hanya itu, Yayan sering membuat gambar-gambar sangar itu itu pasar luar negeri melalui website. Sehingga ia cukup dikenal sebagai seniman punk dan metal.

Lambat laut, Yayan merasa muak dengan itu semua. Dia merasa hasil karyanya tidak mendidik. Apalagi kemudian Yayan bersentuhan dengan komunitas Punk muslim Surabaya. Kisah anak punk hijrah bernama Yayan ini layak menjadi inspirasi kita.

Dari situlah Yayan kemudian perlahan meninggalkan karya yang bergaya sangar dan sadis. Karena jiwa seninya sangat kuat, maka Yayan hijrah ke seni yang lebih positif.

Kisah Anak Punk Hijrah, Seniman Punk Pun Ada

Kini Yayan aktif membuat gambar tentang motivasi muslim. Tentang pemuda muslim yang harus bangkit ikut berkiprah di tengah kesulitan umat. Kisah anak punk hijrah yang aktif di bidang seni ini dilakoni Yayan, seorang pemuda Surabaya.

Juga membuat karya komik dan gambar tentang motivasi untuk ambil bagian dalam membangun negeri dan jangan diam saja. Gambar yang didedikasikan untuk perjuang Palestina maupun pejuang lainnya. Baik media online maupun media lainnya.

Kisah anak punk hijrah terwakili kisah Yayan, seniman punk. Baca juga kisah anak muda cerdas, beriman dan pemberani yang diceritakan Nabi Muhammad di dalamnya, di sini.

Yayan berujar tentang karyanya di jalan hijrah ini. “Karena dakwah tidak hanya di mimbar saja. Sebagai seniman muslim, berikanlah karya yang positif. Kita harus menebar konten muslim yang memotivasi, jangan sampai kalah dengan karya yang tidak mendidik. Karena tiap hari kita diteror dengan konten-konten yang tak layak.”  

Foto: pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *